Momen Gorila Komu Malu Makan Tumpeng Buah Ulang Tahunnya di Ragunan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tepuk tangan pecah, disusul sorak-sorai yang bersahutan dari deretan pengunjung yang memenuhi pagar pembatas Pusat Primata Schmutzer, Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).

“Komu! Komu!” teriak sejumlah anak-anak, sementara beberapa pengunjung lain menimpali dengan ucapan, “Selamat ulang tahun!”

Suasana yang biasanya dipenuhi bisik-bisik kagum dan suara rana kamera, pagi itu berubah seperti panggung perayaan.

Semua mata tertuju pada satu penghuni paling ikonik di area tersebut Komu, gorila jantan dewasa yang pada 16 April 2026 genap berusia 29 tahun.

Baca juga: Mulai Besok, Ragunan Buka Sampai Malam Tiap Selasa-Jumat

Di balik pagar, di hamparan rumput hijau yang masih lembap, dekorasi sederhana sudah tertata rapi.

Sebuah rangka lengkung berbentuk gerbang berdiri di tengah enclosure, dihiasi tanaman tropis dan ornamen warna-warni.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Gorila Komu tampak membelakangi pengunjung saat sedang asyik menikmati tumpeng buah ulang tahunnya di Taman Margasatwa Ragunan, Minggu (19/4/2026).

Di bagian tengahnya menggantung tulisan “Happy Birthday Komu”, dibuat mencolok agar terbaca jelas dari jarak puluhan meter.

Di bawahnya, terdapat susunan buah yang menyerupai tumpeng, lengkap dengan aneka potongan semangka, melon, pisang, apel, hingga nanas yang diletakkan di puncak layaknya kerucut.

Tak jauh dari tumpeng, tampak balok kayu yang dicat cerah. Angka “2” berwarna hitam mencolok pada papan kuning seolah menandai usia Komu yang mendekati kepala tiga.

Di sekeliling dekorasi, tanaman hias berdaun ungu dan hijau ditata membentuk lingkaran kecil, membuat arena perayaan itu terlihat seperti panggung ulang tahun di tengah rimbunnya hutan buatan Schmutzer.

Baca juga: Dekorasi Natal Meriah Hiasi Kandang Gorila di Ragunan, Jadi Magnet Pengunjung

Sejak sebelum pukul 10.00 WIB, pengunjung sudah berdatangan. Sebagian memilih berdiri di pagar pembatas, sebagian lain mengangkat ponsel tinggi-tinggi, mencari sudut terbaik untuk merekam momen langka itu.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana ramai pengunjung di Pusat Primata Schmutzer yang menyaksikan tingkah laku gorila Komu di bawah jembatan gantung ikonik Taman Margasatwa Ragunan, Minggu (19/4/2026).

Tak sedikit yang datang bersama anak-anak, berharap bisa menyaksikan langsung salah satu perayaan satwa yang paling ditunggu di Ragunan.

Harga tiket masuk Pusat Primata Schmutzer di Taman Margasatwa Ragunan per April 2026 adalah Rp 6.000 (Selasa-Jumat) dan Rp 7.500 (Sabtu-Minggu/libur nasional) per orang.

Tiket ini merupakan tarif tambahan khusus untuk area Schmutzer, terpisah dari tiket masuk utama Ragunan, dan wajib dibayar menggunakan kartu JakCard Bank DKI.

Bagi sebagian pengunjung, biaya tambahan itu terasa sepadan dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

Baca juga: Ragunan Akan Buka Sampai Malam Tiap Sabtu untuk Pengunjung Berolahraga

Tepat pukul 10.00 WIB, suasana mendadak berubah riuh. Komu akhirnya muncul dari sisi kanan enclosure, berjalan perlahan dengan tubuh besar dan langkah berat yang khas.

Bulunya hitam legam, namun bagian punggungnya sudah terlihat abu-abu keperakan, ciri gorila jantan dewasa yang telah memasuki fase silverback.

Komu tidak langsung mendekati tumpeng buah. Ia berhenti sejenak, menundukkan kepala seperti mengamati keadaan. Seolah memastikan suasana aman sebelum bergerak lebih jauh.

Sorak sorai pun kembali menggema.

“Komuuuu!” teriak seorang pengunjung.

Beberapa anak kecil memanggil namanya berulang-ulang, seakan berharap gorila itu menoleh dan menyadari dirinya sedang menjadi pusat perhatian.

Komu lalu melangkah mendekat, melewati dekorasi tanaman tropis dan balok kayu yang diletakkan di sisi kanan.

Baca juga: Selalu Jadi Primadona Libur Lebaran, Ini Alasan Warga Berkali-kali Pilih Ragunan

Ia berjalan dengan posisi sedikit membungkuk, kedua lengan panjangnya menyentuh tanah, khas cara gorila bergerak dengan knuckle-walking.

Begitu sampai di dekat tumpeng buah, Komu berhenti. Ia menatap susunan buah itu, lalu duduk perlahan dengan punggung menghadap pengunjung.

Sebagian orang tertawa kecil, sebagian lain mengangguk seolah memahami.

“Dia malu kali,” celetuk seorang ibu kepada anaknya.

Namun, bagi para perawat gorila, posisi membelakangi itu justru merupakan perilaku alami.

Cerita Pawang Merawat Komu

Dwi Suprihadi, pawang gorila di Ragunan, mengatakan gorila memang memiliki kebiasaan membelakangi pengunjung saat makan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, posisi tersebut merupakan zona nyaman gorila. Mereka cenderung menghindari kontak mata langsung dengan manusia agar merasa lebih aman dan tenang saat menikmati makanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakai Allo Paylater, Liburan Lebih Hemat 20% Lewat AntaVaya
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Song Joong Ki dan Istri Berpartisipasi dalam Acara Musik Klasik di Seoul
• 6 detik lalupantau.com
thumb
Anak Tiri Bunuh Ibu di Curug Tangerang, Ditangkap 10 Jam Kemudian
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Beri Arahan Tertutup dalam Retreat DPRD di Lembah Tidar
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri HAM Nilai Kritik Feri Amsari-Ubaedillah Badrun Tak Perlu Dilaporkan
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.