Target Nasional 2026: Pemerintah Tegaskan Penghentian Open Dumping dan Percepatan Pemilahan Sampah

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komitmen penghentian praktik open dumping melalui Deklarasi Penghentian TPA Open Dumping di Provinsi Bali.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah dari pola kumpul-angkut-buang menuju pengelolaan berbasis pengurangan di sumber, pemilahan, dan pengolahan berkelanjutan.

BACA JUGA: Menuju Penghentian Total Open Dumping, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah Dari Hulu

Dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan jajarannya pada akhir pekan ini, Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa penghentian open dumping harus berjalan seiring dengan peningkatan pemilahan sampah di sumber.

“Target ini hanya dapat dicapai apabila praktik open dumping dihentikan dan masyarakat melakukan pemilahan sampah. Sampah tidak lagi dapat diselesaikan dengan pola kumpul-angkut-buang, melainkan harus dikelola sejak dari sumbernya”.

BACA JUGA: Tumbuhkan Desa Emas 2026, Sandiaga Uno Sulap Sampah Jadi Cuan

Pemerintah menargetkan seluruh praktik open dumping di Indonesia dihentikan paling lambat tahun 2026, dengan percepatan penyelesaian pada Agustus 2026 tanpa pengecualian.

Target ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, dengan sasaran capaian pengelolaan sampah nasional sebesar 63,4 persen pada tahun 2026.

BACA JUGA: Unicharm dan DLHK Kabupaten Karawang Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Dasar

Hingga akhir 2025, sekitar 30 persen dari total 485 TPA telah menghentikan praktik open dumping. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 369 TPA yang perlu segera bertransformasi, termasuk di wilayah Provinsi Bali.

Di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, capaian pemilahan sampah telah menunjukkan progres signifikan dengan angka lebih dari 60 persen. Capaian ini dinilai sebagai lompatan perubahan perilaku masyarakat dalam waktu relatif singkat.

“Saya melihat perubahan yang sangat cepat di Bali. Lebih dari 60 persen masyarakat telah melakukan pemilahan sampah. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan perlu dijaga melalui penegakan aturan yang konsisten,” ujar Menteri Hanif di hadapan awak media.

Pastikan Kesiapan Operasional

Sebagai bagian dari pemantauan lapangan, Menteri Hanif meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, antara lain TPST Kertalangu, TPS3R Sesetan, TOSS Center Klungkung, TPA Suwung, dan TPST Tahura I. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional, pengendalian sampah masuk, serta dukungan infrastruktur dalam mendukung penghentian open dumping di Provinsi Bali.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan kapasitas fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPST dan TPS3R, serta penataan sistem distribusi berbasis wilayah guna meningkatkan kualitas sampah sebagai prasyarat pengembangan teknologi waste to energy ke depan.

Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan merata di seluruh daerah sebagai bagian dari upaya nasional dalam menyelesaikan permasalahan sampah secara menyeluruh, sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di masyarakat.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Pejabat CIA Soroti Langkah Trump: Jika China Ikut, Perang Bisa Tamat
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Final Four Proliga 2026: Gasak Popsivo Tiga Set Langsung, Kapten Jakarta Pertamina Enduro Langsung Fokus Hadapi Grand Final
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Inilah Daftar Harga Terbaru Pertamax Turbo dan Dexlite setelah Resmi Naik per 18 April 2026
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan, Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rapor Pemain PSIM Versi Jean-Paul van Gastel: Evaluasi Skuad hingga Bocoran Rencana Musim Depan
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.