JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah memastikan kenaikan sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) tidak merembet ke harga-harga kebutuhan bahan pokok.
Ia menyebut, stabilitas harga pangan utamanya bahan pokok tetap perlu dijaga.
Terlebih, penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada jenis BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga tidak secara langsung memicu lonjakan harga barang kebutuhan dasar.
Baca juga: Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Anggota DPR: Tak Ada Alasan Harga Bahan Pokok Naik
“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” kata Rivqy dalam siaran pers, Minggu (19/4/2025).
Ia tidak memungkiri, kenaikan BBM bisa terasa mendadak bagi masyarakat.
Namun, keputusan ini menjadi langkah yang tidak mudah dihindari di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu dan tekanan terhadap sektor energi.
Namun menurutnya, kebijakan ini tetap perlu dikomunikasikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik.
Baca juga: Kagetnya Warga Saat BBM Nonsubsidi Naik Rp 6.300-Rp 9.400, Sampai Mengelus Dada
Pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka kondisi riil BBM nasional kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi terkait ketersediaan, beban subsidi, hingga tantangan distribusi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini,” lanjutnya.
Selain itu, Rivqy juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang jelas, khususnya dari pemerintah dan BUMN energi terkait, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi ke depan.
Menurutnya, kesiapan strategi termasuk pengelolaan distribusi dan cadangan energi, harus dipastikan berjalan optimal.
Baca juga: Harga BBM Naik Rp 6.300–Rp 9.400, Warga Menyesal Tak Isi Full
Lebih lanjut Rivqy berharap pemerintah dapat terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan serta kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi saat ini.
"Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya," jelas Rivqy.
Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) akhirnya menaikkan sejumlah harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengguna Pertamax Turbo: Waduh, Saya Ngelus Dada
Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter. Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax dengan RON 92 masih tetap Rp 12.300 per liter. Adapun harga BBM jenis Pertalite masih Rp 10.000 per liter. Begitu juga dengan dengan Pertamina Biosolar yang masih dipatok di harga Rp 6.800 per liter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




