JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang menyatakan, pemerintah terus memonitor keberadaan dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Teluk Arab imbas Selat Hormuz ditutup.
Pemantauan ini terus dilakukan setelah penutupan lembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) usai sempat dibuka oleh pemerintah Iran.
"Pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi dengan KBRI Tehran serta otoritas dan mitra terkait," ujar Yvonne kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Dalam 24 Jam Iran Buka dan Tutup Lagi Selat Hormuz, Apa Sebabnya?
Yvonne menyampaikan, KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia.
Dia membeberkan, terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan.
"Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini," ujar Yvonne.
Seperti diketahui, Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup, dan kapal-kapal yang mencoba melintas dilaporkan mendapat serangan pada Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
Baca juga: Kapal PIS Tertahan di Teluk Arab, Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
Penutupan ini diumumkan kurang dari sehari setelah jalur tersebut sempat dibuka untuk lalu lintas pelayaran.
Pelaksana tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro belum dapat melintasi Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.
“Kedua kapal PIS, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang