Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kisah hidup Fikri (6), bocah yang sempat memulung di jalanan demi bertahan hidup, kini berbalik arah. Berawal dari video viral, Fikri mendapatkan kesempatan baru untuk tumbuh dan belajar di Sekolah Rakyat.
Di usia yang masih sangat belia, Fikri harus menghadapi kerasnya kehidupan. Saat anak-anak seusianya bermain dan belajar, ia justru mengais barang bekas di jalanan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Fikri merupakan anak kedua dari pasangan Sri dan M. Ulmi yang telah berpisah. Kondisi keluarga yang tidak utuh membuatnya terpisah dari saudara-saudaranya. Ia sempat tinggal bersama ayah dan adiknya, sementara anggota keluarga lainnya tersebar di berbagai daerah.
Keadaan semakin sulit ketika sosok yang merawatnya harus berhadapan dengan hukum. Fikri pun terpaksa memulung demi membantu neneknya menghidupi dirinya dan sang adik. Aktivitasnya tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan mengundang simpati publik.
Perhatian masyarakat itu menjadi pintu masuk hadirnya negara. Aparat kepolisian kemudian mengantarkan Fikri ke ibunya di Sumedang.
Namun, karena kondisi keluarga yang belum memungkinkan serta usianya yang telah memasuki masa sekolah, Fikri akhirnya diarahkan untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 4 Sumedang menerima Fikri pada 30 Maret 2026. Di tempat inilah, Fikri mulai menjalani kehidupan baru. Meski awalnya mengalami kesulitan beradaptasi, dukungan para wali asuh, guru, dan lingkungan sekitar membuatnya perlahan mampu menyesuaikan diri.
Kini, perubahan terlihat jelas. Fikri yang dulu murung, mulai ceria dan aktif. Ia bermain, tertawa, dan belajar bersama teman-temannya, sesuatu yang sebelumnya sulit ia rasakan.
"Aku tinggal di sini. Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semua baik-baik," ujar Fikri dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Sosial, pada Minggu, 19 April 2026.
Tidak hanya mendapatkan pendidikan, Fikri juga merasakan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makanan bergizi setiap hari. Ia mengaku senang dengan menu yang disediakan di Sekolah Rakyat.
"Aku juga bisa makan, makanannya enak banget. Aku jadi kuat," ucapnya.
Bagi Fikri, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Di sana, ia menemukan kasih sayang, perhatian, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Editor: Redaktur TVRINews





