Beredar video yang memperlihatkan seorang wanita mengancam karyawati toko handphone dengan golok di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, pada Jumat (17/4).
Dalam video tersebut, tampak pelaku mengenakan baju berwarna pink menyekap seorang karyawan toko dengan golok. Insiden itu disaksikan karyawan toko lainnya. Belakangan diketahui, pelaku berinisial A (28) dan korban bernama Adela Nurhamdah (26).
"Balein duit aku. Aku enggak mau, balein duit aku," kata pelaku saat karyawan toko lain berhasil menggagalkan aksinya.
Penjelasan Polisi
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan kasus ini berawal saat pelaku membeli iPhone 13 dengan harga Rp 2 juta. Ia membelinya setelah melihat promo di akun TikTok yang mengatasnamakan sebuah toko.
"Awalnya dia melihat TikTok dan menemukan penjualan handphone iPhone. Saat itu ada promo iPhone dengan harga sekitar Rp 2 juta. Dia melihat iPhone 13 dijual seharga Rp 2 juta," kata Poltak saat ditemui di Medan, Minggu (19/4).
Tidak hanya sampai di situ, pemilik akun TikTok palsu tersebut kemudian meminta tambahan uang untuk biaya administrasi dan pendaftaran IMEI, sehingga A mengalami kerugian hingga Rp 10 juta.
"Mereka berkomunikasi dan akun PStore tersebut mengaku bernama Syahputra. Awalnya korban memberikan Rp 2 juta. Selanjutnya akun TikTok tersebut meminta tambahan Rp 3,5 juta untuk biaya administrasi agar handphone bisa dikirim. Setelah itu, diminta lagi Rp 3 juta untuk biaya IMEI agar bisa diaktifkan. Lalu, pelaku penyekapan berinisial A tersebut kembali memberikan Rp 3 juta," jelas Poltak.
A pun mulai curiga karena handphone iPhone yang dibelinya belum juga dikirim. Ia kemudian berniat mengunjungi langsung toko handphone tersebut.
"Setelah merasa kesal karena sudah mengeluarkan Rp 10 juta tetapi barang tidak juga dikirim, akhirnya ibu ini mengatakan akan mendatangi toko tersebut di Sisingamangaraja," ujar Poltak.
Kemudian, pelaku A datang ke toko handphone yang dimaksud dan melakukan pengancaman serta penyekapan terhadap salah satu karyawan dengan senjata tajam jenis golok.
"Saat security lengah, dia langsung berlari mendekati salah seorang karyawan toko sambil membawa sebilah parang dan meletakkannya di leher karyawan tersebut," kata Poltak.
"Sehingga karyawan tersebut menjerit dan menghubungi pihak kepolisian," sambungnya.
Pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku penyekapan tersebut dan membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban yang terluka.
PStore Bantah Keterlibatan Penipuan
Poltak menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan terhadap pihak toko di Sisingamangaraja, mereka mengaku tidak pernah berhubungan dengan pelaku berinisial A. Akun palsu di TikTok tersebut tak ada kaitannya dengan toko hp tersebut.
"Dari hasil wawancara dan pemeriksaan, pihak toko PStore di Sisingamangaraja tidak pernah berhubungan dengan ibu ini. Jadi, ibu ini melakukan tindakan tersebut karena kesal dan tidak berniat melukai, melainkan agar uangnya sebesar Rp 10 juta dikembalikan," imbuh Poltak.





