Tak Dinaturalisasi Meski Pernah Berseragam Timnas Indonesia dan Cetak Gol, Bek Keturunan Surabaya Ini Alami Nasib Apes di Kasta Teratas Eropa

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Meski sempat mencetak gol dan berseragam Timnas Indonesia, bek keturunan Surabaya ini tak kunjung dinaturalisasi. Terbaru, sang pemain justru mengalami nasib apes di kasta teratas Eropa.

Seperti diketahui, PSSI berupaya menambah kekuatan tim nasional melalui program naturalisasi pemain diaspora. Langkah ini diambil setelah agenda FIFA Series guna menjaga kedalaman skuad Garuda di tengah jadwal internasional yang semakin padat.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyebut proses administrasi beberapa calon pemain masih berjalan. Federasi saat ini menunggu jadwal sidang DPR RI sebagai tahapan penting dalam proses tersebut.

Arya menegaskan bahwa keputusan legislatif menjadi kunci utama dalam kelanjutan proses naturalisasi. PSSI tetap berkomitmen mengikuti aturan hukum demi menghadirkan pemain terbaik bagi Timnas Indonesia.

Namun, PSSI masih merahasiakan identitas calon pemain tersebut sambil menunggu perkembangan administratif. Langkah ini dilakukan agar proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Di tengah dinamika tersebut, nama Kai Davy Boham justru seperti terlupakan. Bek kelahiran Belanda itu memiliki garis keturunan Surabaya dari keluarganya.

Kai Boham bukan sosok asing bagi publik sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19 dan sempat mencetak gol saat melawan Prancis.

Penampilannya di Toulon Cup sempat menarik perhatian banyak pihak. PSSI bahkan sempat memanggilnya untuk mengikuti seleksi menuju Piala Dunia U-20.

Pemain Keturunan Indonesia, Kai Boham Gabung Klub Kasta Teratas Liga Gibraltar
Sumber :
  • instagram.com/lynxfcgib

Namun, perjalanan kariernya tidak berjalan mulus setelah itu. Pelatih Shin Tae-yong kala itu menilai gaya bermain Boham belum sesuai dengan kebutuhan tim.

Kegagalan melanjutkan proses naturalisasi berdampak pada kariernya. Ia sempat mengalami penurunan dan bermain di kasta ketiga Liga Thailand bersama Phuket Andaman FC.

Setelah melewati masa sulit, Boham perlahan bangkit dan kembali ke Eropa. Pada Januari 2026, ia resmi bergabung dengan Lynx FC di Liga Gibraltar.

Sejak kedatangannya di Gibraltar, Boham langsung menjadi pilihan utama pelatih dengan selalu tampil penuh selama 90 menit pertandingan. Ia tercatat sudah melakoni sepuluh laga beruntun dan belum pernah absen sekalipun untuk mengawal lini pertahanan timnya tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 km
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Viral, Siswa Acungkan Jari Tengah ke Guru di Purwakarta, Dedi Mulyadi Beri Saran Begini
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Piala Thomas dan Uber 2026: Kejar Waktu, Pelatih Tunggal Putri Ungkap Cara Pemainnya Capai Kondisi Terbaik
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar Palsu, 5 Tersangka Ditangkap di Banten
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Eks Kepala Kas Aek Nabara Diduga Gelapkan Dana Jemaat sejak 2019, BNI Ungkap Alasan Tak Terdeteksi
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.