Iran-Pakistan Bahas Perkembangan Perang via Telepon Usai Trump Bicara Perundingan Damai

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menlu Iran dan Menlu Pakistan bahas perang AS-Israel terhadap Iran melalui telepon usai Trump sebut negosiator AS siap negosiasi damai.

Iran-Pakistan Bahas Perkembangan Perang via Telepon Usai Trump Bicara Perundingan Damai. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar telah membahas perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran selama percakapan telepon.

Kedua pemimpin tersebut “membahas dan bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional terkini serta hubungan bilateral”, menurut pernyataan yang disampaikan oleh Kantor Berita Tasnim Iran dikutip dari Aljazeera, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga:
AS Siap Bicarakan Kesepakatan Damai di Pakistan Besok, Trump: Kesempatan Terakhir Iran

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa negosiator AS akan berada di Pakistan pada Senin untuk mengadakan putaran kedua perundingan damai dengan Iran.

Trump tidak merinci pejabat mana yang akan dikirim AS pada putaran kedua pembicaraan tatap muka dengan Iran di Islamabad. Pembicaraan akhir pekan lalu, di mana Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, berakhir tanpa kesepakatan.

Baca Juga:
Iran dan AS Masih Negosiasi Alot jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

Dalam unggahannya, Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata dua minggu yang akan berakhir pada hari Rabu dengan menembakkan peluru pada Sabtu di Selat Hormuz, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (19/4/2026).

Presiden AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil di Iran jika negara itu tidak menerima kesepakatan yang ditawarkan AS.

Baca Juga:
Iran Sebut Cuitan Trump di Medsos Persulit Negosiasi

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik, dan setiap jembatan di Iran,” tulis Trump.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ini adalah “kesempatan terakhir” bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan damai.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hanguskan 1.000 Rumah Panggung di Malaysia, Ribuan Warga Mengungsi
• 4 jam laludetik.com
thumb
Target Nasional 2026: Pemerintah Tegaskan Penghentian Open Dumping dan Percepatan Pemilahan Sampah
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Super League: Bali United Libas Malut 4-1
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Di Retret, Prabowo Sebut Ketua DPRD se-Indonesia sebagai Patriot
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kemnaker ingatkan pentingnya tahap akhir Magang Nasional Batch I
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.