Dari Pinggiran ke Digital

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerataan akses telekomunikasi dan internet masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia.

Padahal, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025, tingkat penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen. Namun, kesenjangan akses antarwilayah masih terlihat.

Baca Juga :
Teken MoU, BTN dan Indosat Sinergikan Layanan Keuangan & Ekosistem Digital
Malam Puncak Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Soroti Penggerak Akses hingga Pelosok

Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari agenda pemerataan pembangunan nasional, sejalan dengan semangat membangun dari pinggiran.

Teknologi satelit dinilai sebagai solusi paling strategis guna menjangkau wilayah yang tidak mampu dilayani secara optimal oleh infrastruktur kabel atau seluler konvensional.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan moda konektivitas yang fleksibel tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembangunan fisik darat yang kompleks.

Satelit memainkan peran vital sebagai tulang punggung (backbone) komunikasi di pelosok. Kehadirannya memberikan dukungan nyata bagi berbagai pilar strategis.

Menurut Direktur Komersial PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), Andri Yunianto, akses internet bukan sekadar fasilitas komunikasi, melainkan pembuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Hal ini mencakup percepatan digitalisasi UMKM daerah serta perluasan akses terhadap pasar yang lebih luas. Langkah penguatan konektivitas di wilayah Indonesia Timur dipandang sangat penting agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sejalan dengan agenda pemerintah untuk membangun dari pinggiran, sinergi antara teknologi satelit dan komitmen investasi infrastruktur diharapkan mampu mengikis kesenjangan dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) secara jangka panjang.

“Ke depan, pengembangan infrastruktur dan layanan konektivitas di wilayah strategis Indonesia, khususnya kawasan timur, perlu terus diperkuat sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Tak heran jika Telkomsat menerima penghargaan dalam kategori “Perusahaan Terbaik dalam Peningkatan Layanan Sinyal di Wilayah 3T” pada Apresiasi Konektivitas Digital 2026 sebagai penegas komitmen anak usaha Telkom Group dalam memperkuat konektivitas digital, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih. Ini adalah dedikasi bagi seluruh tim yang bekerja tanpa lelah untuk menghadirkan layanan konektivitas terbaik bagi masyarakat di wilayah 3T. Kami akan terus berkomitmen untuk memperluas pemerataan konektivitas digital di Indonesia,” kata Andri, dalam acara penghargaan yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Kemkomdigi) bersama portal Detik.com.

Baca Juga :
Pertamina Patra Niaga Genjot Inovasi Penguatan Kapabilitas Digital Pastikan Energi Tersedia dan Tejangkau
Program Baru di Tangsel Ini Buka Jalan Siswa SMK Direkrut Pemerintah
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Janji Pelabuhan untuk Nelayan Cilincing Jakut Mengendap, Sementara Proyek Megah Terus Berjalan
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Terlempar dari 5 Besar, Malut United Panaskan Duel Kontra Bali United: Wajib Menang atau Makin Tertinggal
• 14 jam lalubola.com
thumb
Inilah Inovasi BRIN! Ubah Belalang dan Tempe Jadi Daging Burger
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Jakarta Berantas Ikan Sapu-sapu, Pakar Usul Pemulihan Kualitas Sungai
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Adu Harga BBM Pertamina vs Swasta BP dan Vivo Terbaru April 2026, Melonjak Naik
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.