Hashim: Wajar MBG Ada Kelemahan, Baru Pertama Dilaksanakan

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menilai kekurangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini merupakan hal yang wajar, sehingga perlu pengawalan lebih ketat.

Dalam sambutannya pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam, 19 April 2026, Hashim berharap pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu mengawal pelaksanaan MBG di desa-desa.

Baca Juga :
Alasan Uya Kuya Lapor Polisi Soal Dituding Punya 750 Dapur MBG: Kemarin Dijarah, Sekarang Difitnah
Geram Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Lapor ke Polisi

"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya; tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini program pertama yang dilaksanakan, yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.

Dia pun mengakui program MBG mendapat banyak kritik dari masyarakat. Namun demikian, menurut Hashim, aspirasi tulus dari rakyat tersebut perlu ditanggapi.

Hashim menekankan bahwa MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Program tersebut dirancang berawal dari keresahan Presiden Prabowo Subianto atas kondisi tengkes atau stunting yang dialami anak-anak Indonesia pada sekitar tahun 2006.

"Saya ingat, ini menurut Kementerian Kesehatan, waktu itu, 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting. Sewaktu itu, Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian’,” kata Hashim.

Oleh karena itu, dia menilai pengawalan terhadap implementasi program MBG penting untuk dilakukan.

Pada acara yang diselenggarakan Abpednas tersebut, Hashim mengatakan bahwa pengurus bisa berkontribusi mendampingi jalannya program MBG agar tidak terjadi penyelewengan hingga memastikan mutu makanan tetap terjaga.

Dia pun menyoroti aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

"Saya dengar dari Pak Reda (Jamintel Reda Manthovani, red.) sudah ada aplikasi yang bisa segera dipakai. Seluruh anggota Abpednas kami harapkan, mungkin lebih dari 300 ribu, nanti anggota Abpednas setiap desa 73 ribu, bisa ada lima anggota. Dengan aplikasi ini, bisa foto, bisa menjaga mutu daripada makanan ini, ini akan sangat-sangat membantu pemerintah. Ini salah satu tugas yang mulia, yang luar biasa, menjaga MBG," jelas Hashim.

Baca Juga :
BGN Bilang 65% Masyarakat di Indonesia Butuh MBG, Ini Alasannya!
Manfaat MBG Dinilai Lebih Terasa oleh Masyarakat Dibandingkan Subsidi Upah, Simak Datanya
Optimalkan Potensi Lokal, Kemenko PM Perkuat Modal Sosial dan Kolaborasi Ekonomi Desa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir di Kebon Pala Jaktim Capai 1,75 Meter, Warga Mulai Mengungsi
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ketua DPD Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Golkar: Kader Jangan Terpancing
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Gudang BULOG Penuh, Presiden Prabowo Pastikan Stok Beras Nasional Aman
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Resmi Dikerja Bulan Depan! Pembangunan Stadion Untia Calon Markas PSM Makassar Masuk Fase Konstruksi
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Menkes Budi Gunadi Ungkap Pengobatan Gagal Ginjal Habiskan Rp13 Triliun Anggaran Negara
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.