Harga Diatas HPP, Gabah Petani Diserbu Pembeli Luar Daerah

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Para petani di Kabupaten Indramayu mulai memasuki masa panen untuk musim tanam rendeng 2025/2026. Mereka pun bisa menikmati tingginya harga gabah di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

 

Baca Juga
  • Bulog Maksimalkan Penyerapan Gabah Hadapi El Nino
  • Bulog Buka Kesempatan Masyarakat Cek Stok Beras di Gudang
  • Cek Langsung Stok Beras, Prabowo Sidak Gudang Bulog Danurejo
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, mengatakan, saat ini panen baru terjadi di sejumlah daerah. Di antaranya di Kecamatan Gantar, Haurgeulis, Kroya, Gabuswetan, Terisi, Pasekan, serta sebagian Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Bongas.

Sutatang mengatakan, di masa awal panen ini, para petani bisa menikmati harga gabah yang tinggi. Seperti gabah varietas kebo yang dihargai Rp 7.200 per kilogram di tingkat petani dan varietas Ciherang serta yang sejenisnya, di kisaran Rp 7.500 – Rp 7.800 per kilogram.

.rec-desc {padding: 7px !important;} “Harganya diatas HPP GKP (gabah kering panen) yang sebesar Rp 6.500 per kilogram,” kata Sutatang kepada Republika, Selasa (14/4/2026).

Sutatang memperkirakan, tingginya harga gabah akan terus bertambah meski areal yang panen nantinya semakin luas. Pasalnya, untuk musim tanam rendeng ini tidak ada panen serentak karena masa tanam yang juga tidak serentak.

“Tahun sekarang tidak ada panen serentak. Jadi kemungkinan harga gabah GKP diatas Rp 7.000 per kilogram,” ucap Sutatang.

Sutatang menambahkan, saat ini para petani yang panen memilih untuk langsung menjual gabahnya alih-alih menyimpannya. Ia menyatakan, selain dari Indramayu, gabah para petani itu juga banyak diburu oleh pembeli dari luar daerah.

“Pembeli ada yang masuk dari Kabupaten Subang, Karawang,” tukas Sutatang.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKSDA Bali: Pancaroba picu migrasi lebah lintasi Tol Bali
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
KUR BRI Pinjaman Rp20 Juta, Segini Besaran Cicilannya
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fiskal Ciut, Geliat Ekonomi Daerah Bisa Surut
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Siswa Sekolah Rakyat Blora Dibekali Laptop untuk Pembelajaran Digital
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Titik Kepadatan Lalu Lintas di Tol Arah Jakarta Senin Pagi Ini
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.