Komisi I DPR Minta Pemerintah Gencar Diplomasi Terkait 2 Kapal di Hormuz

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyayangkan ditutupnya kembali Selat Hormuz oleh Iran. Ia mendorong pemerintah melakukan diplomasi terkait nasib 2 kapal tanker Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz.

"Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, hanya berselang 12 jam setelah sebelumnya dibuka, menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Situasi ini bukan hanya berdampak pada jalur perdagangan internasional, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia," kata Dave saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Trump Kirim Delegasi Nego ke Pakistan

Dave mengaku pemerintah memang berhasil mendapatkan pasokan energi dari pihak lain, termasuk Rusia. Namun, ia menyebut ketergantungan tersebut perlu diwaspadai.

"Dalam konteks energi, Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan. Namun demikian, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif," ucap dia.

Lebih lanjut, ia juga mendorong pemerintah mengupayakan segala cara, termasuk diplomasi dan negosiasi terkait 2 kapal tanker Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz. Menurutnya, diplomasi bisa jadi kunci meredakan ketegangan di Timur Tengah.

"Pemerintah perlu segera melakukan diplomasi intensif, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional yang terdampak, termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terjebak di jalur tersebut. Diplomasi yang konstruktif dan kerja sama internasional menjadi kunci untuk meredakan ketegangan serta mencegah meluasnya konflik," ujar dia.

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Kemlu Lakukan Koordinasi Soal 2 Kapal Pertamina

Sebelumnya, Iran menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran. Adapun Selat Hormuz sebelumnya sempat dibuka oleh Iran, tetapi kurang dari 24 jam kebijakan penutupan diberlakukan kembali.




(maa/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN Sebut Aplikasi Jaga Desa Menambah Sarana Pengawasan MBG, Apa Itu?
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Dunia Kehilangan 500 Juta Barel Minyak karena Perang, Kerugian Tembus Rp 859,4 T
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Paling Banyak Meraup Poin di Partai Tandang BRI Super League 2025/2026, Bukti Persija Jakarta Punya Mental Kuat
• 4 jam lalubola.com
thumb
BRI Super League: Persija Menang Tipis atas PSBS, Mauricio Souza Soroti Minimnya Kreativitas Macan Kemayoran
• 19 jam lalubola.com
thumb
Sosok Guru yang Diolok-olok Muridnya di Purwakarta Terungkap, Disegani dan Penyayang
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.