Hashim Ingin Pengawalan Program MBG Diperketat

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengatakan berbagai kelemahan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini merupakan hal yang wajar, sehingga perlu pengawalan lebih ketat.

Pada acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam (19/4/2026), Hashim berharap pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dapat membantu pemerintah mengawal pelaksanaan MBG di desa-desa.

BACA JUGA: Pengurus DPN PERADI 2026-2031 Dilantik, Ini Daftar Namanya

"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung, dan sebagainya; tetapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini program pertama yang dilaksanakan, yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.

Adik Presiden Prabowo Subianto itu juga mengakui bahwa program MBG mendapat banyak kritik dari masyarakat. Namun demikian, dia menyebut aspirasi tulus dari rakyat tersebut perlu ditanggapi.

BACA JUGA: Ketua DPD Golkar Malra Nus Kei Ditikam di Pintu Bandara, Nyawanya Tak Tertolong

Hashim menekankan bahwa MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Program itu dirancang berawal dari keresahan Presiden Prabowo atas kondisi tengkes atau stunting yang dialami anak-anak Indonesia pada sekitar tahun 2006.

"Saya ingat, ini menurut Kementerian Kesehatan, waktu itu, 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting. Sewaktu itu, Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian’," ungkap Hashim.

BACA JUGA: Merasa Difitnah soal Penistaan Agama, JK: Karena di Masjid Maka Saya Pakai Kata Syahid

Oleh karena itu, dia menilai pengawalan terhadap implementasi program MBG penting untuk dilakukan.

Pada acara yang diselenggarakan Abpednas tersebut, Hashim mengatakan bahwa pengurus bisa berkontribusi mendampingi jalannya program MBG agar tidak terjadi penyelewengan hingga memastikan mutu makanan tetap terjaga.

Dia pun menyoroti aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

Hashim juga menerima informasi dari Jamintel Kejagung Reda Manthovani bahwa sudah ada aplikasi yang bisa segera dipakai untuk mengawal program MBG sampai ke desa-desa.

"Seluruh anggota Abpednas kami harapkan, mungkin lebih dari 300 ribu, nanti anggota Abpednas setiap desa 73 ribu, bisa ada lima anggota. Dengan aplikasi ini, bisa foto, bisa menjaga mutu daripada makanan ini, ini akan sangat-sangat membantu pemerintah. Ini salah satu tugas yang mulia, yang luar biasa, menjaga MBG," tutur Hashim.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang juga hadir pada acara tersebut, menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap program MBG.

"Tentu saja ini menjadi pengawasan menyeluruh, tidak hanya pemanfaatan dananya, tetapi juga kualitas menu," kata Dadan ditemui usai acara.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ambles Rp44 Ribu, Emas Antam Awal Pekan Ini Dibanderol Rp2.840.000 per Gram
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dugaan Penggelapan Rp28 Miliar, BNI Selesaikan Pengembalian Dana Jemaat Aek Nabara Pekan Ini
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
LPS Perkuat Edukasi Literasi Keuangan di Indonesia Timur
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Siswa SMPN 1 Lamongan Diduga Jadi Korban Kekerasan Guru
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
5 Shio Beruntung Keuangan dan Karier Pekan Ini 20–26 April 2026: Naga, Tikus, Kuda, Ayam, dan Babi
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.