Penulis: Fityan
TVRINews – Madinah
Indonesia termasuk dalam sepuluh negara utama penerima fasilitas eksklusif dari Pemerintah Saudi.
Gelombang pertama jemaah haji yang tergabung dalam inisiatif Makkah Route resmi mendarat di Arab Saudi pada Minggu 19 April 2026, menandai dimulainya fase kedatangan jemaah internasional untuk musim haji tahun ini.
Penerbangan perdana yang membawa jemaah asal Pakistan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, melalui keberangkatan dari Bandara Internasional Jinnah, Karachi.
Tahun ini, Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota haji bagi Pakistan sebanyak 179.210 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 118.000 kursi dialokasikan untuk skema pemerintah, sementara sisanya dikelola oleh operator tur swasta.
Gubernur Sindh, Nehal Hashmi, bersama jajaran pejabat federal dan provinsi turut melepas keberangkatan para tamu Allah tersebut. "Sebanyak 160 jemaah haji diberangkatkan dengan iringan doa dan harapan terbaik," demikian pernyataan resmi dari Direktorat Haji Sindh sebagaimana dikutip oleh media setempat.
Ekspansi Global dan Efisiensi Birokrasi
Selain dari Pakistan, pergerakan jemaah juga terpantau dari berbagai penjuru dunia:
• Bangladesh: Penerbangan dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, mendarat di Jeddah. Keberangkatan ini dilepas langsung oleh Perdana Menteri Bangladesh, Tarique Rahman, dan Duta Besar Saudi untuk Bangladesh, Abdullah bin Abiyah.
• Turki & Malaysia: Kloter perdana dari Bandara Esenboga Ankara serta Bandara Internasional Kuala Lumpur juga telah tiba di Madinah pada hari yang sama.
• India: Kelompok pertama jemaah India disambut oleh Duta Besar Dr. Suhel Ajaz Khan dan Konsul Jenderal Fahad Ahmed Khan Suri di Madinah untuk memastikan fasilitas pelayanan berjalan optimal.
Inovasi Layanan di Bawah Visi 2030
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengonfirmasi bahwa inisiatif Makkah Route kini memasuki tahun kedelapan.
Sebagai proyek unggulan dari Pilgrim Experience Program dalam kerangka Visi 2030, layanan ini telah diperluas ke 17 titik masuk di 10 negara.
Tahun ini menjadi catatan sejarah baru dengan bergabungnya Senegal dan Brunei Darussalam, menyusul negara-negara yang telah ada sebelumnya seperti Maroko, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Turki, Pantai Gading, dan Maladewa.
Sistem ini dirancang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang nirkendala. Jemaah menyelesaikan seluruh prosedur masuk mulai dari penerbitan visa elektronik, kontrol paspor, hingga verifikasi persyaratan Kesehatan sejak di bandara keberangkatan masing-masing negara.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menegaskan kesiapan penuh mereka dalam memfasilitasi proses ini. "Kami mengerahkan sumber daya teknologi canggih dan personel khusus untuk memastikan standar layanan tertinggi di seluruh pintu masuk udara, darat, maupun laut," lapor Saudi Press Agency (SPA).
Salah satu keunggulan utama layanan ini adalah sistem manajemen bagasi. Bagasi jemaah telah diberi kode dan disortir sesuai dengan pengaturan akomodasi di Arab Saudi.
Setibanya di Makkah atau Madinah, jemaah dapat langsung menuju bus khusus tanpa harus menunggu di area klaim bagasi, karena barang-barang mereka akan diantarkan langsung ke lokasi menginap.
Sejak diluncurkan pada tahun 2017, inisiatif lintas kementerian ini yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kesehatan, hingga Urusan Haji dan Umrah telah melayani total 1.254.994 jemaah haji dari seluruh dunia.
Editor: Redaktur TVRINews





