Los Angeles, VIVA – Sejarah besar baru saja tercipta di panggung bola basket dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi NBA, seorang ayah dan anak tampil bersama dalam satu pertandingan di fase gugur atau Playoff.
Momen ikonik ini terjadi saat Los Angeles Lakers menjamu Houston Rockets pada gim pertama babak Playoff musim 2025/2026, Minggu waktu setempat. Megabintang LeBron James dan putranya, Bronny James, resmi mencatatkan nama mereka di buku sejarah NBA sebagai duet ayah-anak pertama yang berbagi lapangan di babak paling bergengsi tersebut.
Momen Bersejarah di Kuarter Kedua
Berdasarkan laporan resmi laman NBA, sejarah ini pecah tepat pada awal kuarter kedua. Bronny James masuk ke lapangan untuk menandai debut playoff-nya, bergabung dengan sang ayah yang sudah lebih dulu beraksi di arena.
Meski sebelumnya sudah ada beberapa pasangan keluarga yang bermain di NBA, namun belum pernah ada satu pun pasangan ayah-anak yang bermain bersama dalam satu tim, apalagi di tensi tinggi babak playoff. Kehadiran keduanya di Crypto.com Arena disambut gemuruh luar biasa dari para pendukung Lakers.
LeBron Masih Jadi Motor Kemenangan
Meski fokus tertuju pada momen bersejarah tersebut, LeBron James tetap membuktikan dirinya sebagai "Raja" di lapangan. Pemain veteran ini menjadi motor kemenangan Lakers yang sukses membungkam Rockets dengan skor akhir 107-98.
LeBron tampil dominan dengan mencatatkan statistik impresif: 19 poin, 8 rebound, dan 13 assist. Perannya sebagai pengatur serangan sekaligus pencetak angka masih menjadi kunci utama kesuksesan Lakers di gim pembuka ini.
Pelajaran Berharga bagi Bronny
Sementara itu, Bronny mendapatkan kesempatan bermain selama lebih dari empat menit. Walaupun kontribusi statistiknya belum terlalu mencolok, debut di panggung sebesar playoff bersama sang ayah merupakan tonggak sejarah bagi karier mudanya.
"Bermain bersama sang ayah di panggung playoff NBA memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda tersebut," tulis laporan resmi NBA.
Bagi LeBron, pencapaian ini semakin mempertegas statusnya sebagai legenda hidup. Ia tidak hanya terus mengejar prestasi individu dan cincin juara, tetapi juga berhasil mewujudkan impian pribadinya untuk berbagi panggung profesional dengan putranya di level tertinggi.





