Saham Sawit (CPO) Ramai-Ramai Menguat, Dipimpin GZCO-TAPG

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham perkebunan sawit dan produsen crude palm oil (CPO) cenderung menguat pada Senin (20/4/2026) seiring kenaikan harga CPO global.

Saham Sawit (CPO) Ramai-Ramai Menguat, Dipimpin GZCO-TAPG. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham perkebunan sawit dan produsen crude palm oil (CPO) cenderung menguat pada Senin (20/4/2026) seiring kenaikan harga CPO global yang terdorong lonjakan harga minyak mentah serta sentimen positif dari pasar minyak nabati.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.13 WIB, penguatan saham sektor sawit dipimpin oleh PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) yang melesat 4,46 persen ke Rp234 per saham, disusul PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang naik 3,58 persen ke Rp1.880 per saham.

Baca Juga:
PTBA Resmikan Hotel di Kawasan Warisan Dunia UNESCO Ombilin

Kenaikan juga terjadi pada PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) sebesar 3,45 persen dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang menguat 3,36 persen.

Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 2,10 persen, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menguat 2,03 persen, serta PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) bertambah 1,80 persen.

Baca Juga:
Lautan Luas (LTLS) Resmi Ajukan Keberatan Penyitaan Aset dalam Kasus LPEI

Tidak ketinggalan, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) naik 1,52 persen dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menguat 0,75 persen.

Harga CPO Malaysia menguat pada awal perdagangan Senin (20/4), mengikuti kenaikan harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing di pasar global.

Baca Juga:
Membedah Potensi Mitratel (MTEL), Diuntungkan Ekspansi FWA

Kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,45 persen menjadi 4.470 ringgit Malaysia per ton pada sesi awal perdagangan.

Penguatan ini sejalan dengan rebound harga minyak dunia yang kembali melonjak lebih dari 6 persen, setelah sempat anjlok lebih dari 9 persen pada Jumat.

Mengutip Reuters, kenaikan dipicu oleh kembali memanasnya ketegangan di Selat Hormuz, menyusul saling tuding antara Amerika Serikat (AS) dan Iran atas pelanggaran gencatan senjata.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel, sehingga turut menopang permintaan.

Di saat yang sama, pergerakan minyak nabati lain cenderung bervariasi. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,54 persen, sementara kontrak soyoil paling aktif di Dalian melemah tipis 0,05 persen dan kontrak minyak sawitnya menguat 0,16 persen.

Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak kedelai dan produk sejenis lainnya.

Dari sisi fundamental, prospek permintaan juga mendapat dorongan tambahan.

Malaysian Palm Oil Board (MPOB) memperkirakan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun.

Kenaikan ini sejalan dengan langkah Malaysia mengikuti Indonesia dalam meningkatkan mandat pencampuran biodiesel guna mengurangi ketergantungan pada impor energi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balas Dendam Peristiwa Tahun 2020 Jadi Motif Pelaku Tikam Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Wregas Bhanuteja Selipkan Isu Warga Lawan Korporasi di Film Para Perasuk
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Otoritas Prancis Panggil Elon Musk usai Geledah Kantor X
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmi! Pertamina Naikkan Harga BBM Per 18 April 2026 Cek Harga ....
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menkop Ungkap Gaji 30.000 Manajer Bakal Diatur Perpres, Pakai APBN?
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.