Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, CV dan portofolio bukan lagi sekadar formalitas, melainkan pintu awal yang menentukan apakah kamu akan dilirik perekrut atau tidak.
Banyak pelamar sebenarnya punya kemampuan yang baik, tetapi gagal menunjukkan potensi tersebut karena CV terlihat berantakan atau portofolio tidak jelas arahnya. Padahal, CV dan portofolio adalah cara pertama kamu “berbicara” tentang diri sendiri sebelum bertemu langsung dengan perusahaan.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara membuat CV dan portofolio yang tepat agar peluang diterima kerja semakin besar?
(ria/ria)





