VIVA – Eks Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri memimpin langsung kegiatan football coaching clinic bagi anak-anak di Kalibaru, Jakarta Utara, pada Sabtu, 18 April 2026.
Dalam sesi yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, Indra memberikan pelatihan kepada sekitar 62 anak bersama enam pelatih lokal dari 14 komunitas pesisir.
Materi yang diberikan meliputi teknik dasar, kerja sama tim, hingga simulasi pertandingan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus menanamkan disiplin dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Indra Sjafri tidak hanya memberikan materi teknik, tetapi juga menyoroti tiga hal utama yang harus dimiliki pemain muda, yakni rajin belajar, disiplin berlatih, dan menjaga kekuatan spiritual. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting untuk meraih kesuksesan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Indra menegaskan, sepak bola tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang kecerdasan dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi pemain muda agar mampu berpikir cepat dan tepat saat bertanding.
“Kalian harus pintar. Salah satu caranya adalah dengan belajar di sekolah dengan baik,” ujar Indra Sjafri di Stadion Mini Kalibaru.
Selain pendidikan, Indra juga menyoroti pentingnya latihan yang konsisten dan disiplin. Ia menilai, kemampuan teknis sulit berkembang tanpa kerja keras dan komitmen dalam berlatih secara rutin.
Lebih jauh, Indra turut mengingatkan agar pemain muda tidak mengabaikan aspek spiritual. Ia menegaskan bahwa setiap individu harus tetap rendah hati dan menyadari adanya peran Tuhan dalam setiap usaha yang dilakukan.
“Di samping itu, kalian jangan sombong, sehebat apapun kalian. Kalian jangan lupa bahwa ada yang mengendalikan kalian atau yang menciptakan kalian lewat orang tua kalian, yaitu Tuhan yang maha kuasa. Tiga hal itu yang kalian harus lakukan,” tegasanya.
Ia bahkan mengutip pandangan Presiden ke-3 RI B. J. Habibie yang menyebut bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Menurutnya, skill hanya berkontribusi sekitar 20 persen, sementara 80 persen lainnya ditentukan oleh kekuatan mental dan spiritual.
Indra menjelaskan bahwa ketiga hal tersebut saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Pendidikan membentuk pola pikir, latihan mengasah kemampuan, dan spiritualitas menjaga keseimbangan sikap serta mental.





