Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 3.753 orang telah memanfaatkan layanan telekonsultasi kesehatan mental JakCare pada 2025.
"Pelayanan kesehatan mental daring 24 jam melalui JakCare dengan psikolog klinis yang telah diakses oleh 3.753 warga," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin.
JakCare yang diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dapat dimanfaatkan untuk menangani kasus-kasus adiksi atau kecanduan, termasuk kecanduan terhadap gim dan rokok serta stres akibat pekerjaan yang dirasakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja kantoran lainnya.
Selain adiksi, stres akibat pekerjaan juga dapat dikonsultasikan melalui JakCare. Dalam menangani kasus ini, psikolog biasanya akan melihat dampak stres yang dialami pasien dalam kehidupan sehari-hari.
Selain capaian JakCare, dalam urusan kesehatan, Rano juga menyampaikan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai 99,94 persen, dengan jumlah peserta yang didaftarkan Pemda sebanyak 4,25 juta orang.
Dalam kesempatan itu, dia pun mencatat peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang holistik, berkualitas, dan berkelanjutan, dengan nilai Universal Health Coverage Service Coverage Index (Indeks Cakupan Layanan UHC) sebesar 80,07 persen.
"Dan tercapainya indeks pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan berkategori tuntas sebesar 100 persen," ujar Rano.
Baca juga: Kemenkes ingatkan angka depresi di Jakarta di atas rata-rata nasional
Capaian lain yang juga dia beberkan, yaitu layanan kesehatan dasar, dengan menghadirkan layanan kesehatan berbasis home service bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya lansia.
Layanan tersebut dilakukan oleh 292 perawat koordinator Pasukan Putih yang bertugas di puskesmas pembantu dan 584 petugas Pasukan Putih yang diturunkan langsung ke rumah-rumah warga.
Peningkatan layanan kesehatan di Jakarta juga diperkuat dengan pembangunan empat puskesmas di wilayah Kecamatan Matraman, Kelurahan Balekambang, Kelurahan Glodok, dan Kelurahan Gedong.
"Selanjutnya, terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan berupa rehab total lima puskesmas, yaitu Puskesmas Senen, Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan, Pustu Johar Baru II, Pustu Pegangsaan, dan Pustu Rorotan," ungkap Rano.
Baca juga: JakCare bisa bantu atasi adiksi gim hingga stres akibat pekerjaan
Baca juga: Pengakses JakCare paling banyak dewasa muda dan remaja
"Pelayanan kesehatan mental daring 24 jam melalui JakCare dengan psikolog klinis yang telah diakses oleh 3.753 warga," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin.
JakCare yang diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dapat dimanfaatkan untuk menangani kasus-kasus adiksi atau kecanduan, termasuk kecanduan terhadap gim dan rokok serta stres akibat pekerjaan yang dirasakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja kantoran lainnya.
Selain adiksi, stres akibat pekerjaan juga dapat dikonsultasikan melalui JakCare. Dalam menangani kasus ini, psikolog biasanya akan melihat dampak stres yang dialami pasien dalam kehidupan sehari-hari.
Selain capaian JakCare, dalam urusan kesehatan, Rano juga menyampaikan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai 99,94 persen, dengan jumlah peserta yang didaftarkan Pemda sebanyak 4,25 juta orang.
Dalam kesempatan itu, dia pun mencatat peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang holistik, berkualitas, dan berkelanjutan, dengan nilai Universal Health Coverage Service Coverage Index (Indeks Cakupan Layanan UHC) sebesar 80,07 persen.
"Dan tercapainya indeks pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan berkategori tuntas sebesar 100 persen," ujar Rano.
Baca juga: Kemenkes ingatkan angka depresi di Jakarta di atas rata-rata nasional
Capaian lain yang juga dia beberkan, yaitu layanan kesehatan dasar, dengan menghadirkan layanan kesehatan berbasis home service bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya lansia.
Layanan tersebut dilakukan oleh 292 perawat koordinator Pasukan Putih yang bertugas di puskesmas pembantu dan 584 petugas Pasukan Putih yang diturunkan langsung ke rumah-rumah warga.
Peningkatan layanan kesehatan di Jakarta juga diperkuat dengan pembangunan empat puskesmas di wilayah Kecamatan Matraman, Kelurahan Balekambang, Kelurahan Glodok, dan Kelurahan Gedong.
"Selanjutnya, terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan berupa rehab total lima puskesmas, yaitu Puskesmas Senen, Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan, Pustu Johar Baru II, Pustu Pegangsaan, dan Pustu Rorotan," ungkap Rano.
Baca juga: JakCare bisa bantu atasi adiksi gim hingga stres akibat pekerjaan
Baca juga: Pengakses JakCare paling banyak dewasa muda dan remaja





