Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan cadangan beras nasional dinilai cukup untuk menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem atau yang disebut El Nino Godzilla, dengan daya tahan hingga 11 bulan.
Amran menyebut kondisi itu ditopang oleh tingginya stok beras nasional yang dalam tiga hari ke depan diproyeksikan mencapai 5 juta ton.
"Ini kalau dampak ini ada El Nino Godzilla itu enggak masalah. Kenapa enggak masalah? Karena stok kita Insyaallah 3 hari ke depan 5 juta ton tertinggi selama republik ini merdeka. Pernah dulu 2,6 juta ton 1984 Sekarang hampir dua kali lipat," kata Amran di kantornya, Jakarta, Senin (20/4).
Selain stok beras, pemerintah juga mengandalkan potensi produksi yang masih berada di lahan atau belum dipanen (standing crop). Kata Amran, jumlahnya mencapai 11 juta ton.
"Standing crop kita 11 juta ton yang maksudnya standing crop adalah tanam dan tinggal panen, kemudian yang selanjutnya adalah ada di Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) itu 12,5 juta ton, totalnya bisa 11 bulan," ujarnya.
Menurutnya, estimasi dampak El Nino Godzilla berlangsung sekitar enam bulan, sehingga ketersediaan cadangan dinilai lebih dari cukup untuk menjaga pasokan.
"Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan cadangan kita 11 bulan artinya lebih dari cukup," lanjut Amran.
Untuk mengantisipasi kekeringan, Kementan juga mulai menyalurkan bantuan benih padi tahan kering, khususnya untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua kali tanam dalam setahun.
"Benih kekeringan kita bantu khususnya yang naikkan IP, dari 1 tanam menjadi 2 kali. Kita memberi benih yang tahan kekeringan dan umurnya agak pendek," jelas Amran.
Program bantuan benih disebut sudah mulai berjalan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2 triliun.
Terkait sektor lain di luar padi, Amran menilai dampak El Nino takkan signifikan karena padi merupakan komoditas yang paling membutuhkan air.
"Saya kira tidak terlalu berdampak karena tanaman yang paling butuh air adalah padi. Sedangkan padi kita bisa atasi karena ada pompanisasi, ada irigasi, ada embung kemudian ada alur-alur alam yang ada airnya kita pompa jadi aman," tutur Amran.





