Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Jamaah haji Indonesia diimbau untuk lebih cermat dalam mengelola kebersihan pakaian selama menjalani ibadah di Madinah, Arab Saudi. Perbedaan karakteristik fasilitas perhotelan antara Madinah dan Makkah menjadi alasan utama mengapa jamaah harus menyesuaikan kebiasaan mencuci mereka.
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Muttaqin, menjelaskan, fasilitas di hotel-hotel Madinah berbeda signifikan dengan hotel di Makkah. Menurut dia, salah satu perbedaan mencolok terletak pada ketersediaan sarana mencuci bagi jamaah.
Baca Juga
Kapal Iran dari Tiongkok Dibajak AS, China Marah, Teheran Balas Serang Kapal Amerika dengan Drone
Inilah Kesibukan Nabi Muhammad SAW Sebelum Menerima Wahyu di Usia 40 Tahun
Kapalnya Dibajak AS, Iran Enggan Berunding
“Kalau hotel di Makkah mayoritas menyediakan mesin cuci yang terletak di lantai paling atas (rooftop) untuk digunakan oleh jamaah. Sedangkan di Madinah ini, pihak hotel tidak menyediakan fasilitas mesin cuci maupun area pencucian khusus bagi jamaah,"kata Zaenal.
Adanya keterbatasan tersebut membuat petugas haji mengeluarkan beberapa imbauan bagi jamaah agar pakaian tetap terjaga kesuciannya untuk beribadah. Pertama, mencuci pakaian ‘ala kadarnya’ di kamar mandi hotel masing-masing.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Zaenal Muttaqin di Madinah, Arab Saudi, Senin (20/4/2026). - (Republika/Fernan Rahadi)
Hanya saja, Zaenal memberikan peringatan keras terkait tempat menjemur. Dia menegaskan, jamaah dilarang keras menjemur pakaian di jendela, menggantungnya di pipa sprinkler pemadam api, atau memaku tembok kamar.
"Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada denda administratif dari manajemen hotel. Ini harus dipahami betul karena jumlah dendanya tidak main-main,"kata dia.