Pakar Timteng soal Kemungkinan Negosiasi Kedua Iran-AS: Dua-Duanya Ingin Tampil Kuat

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Para pekerja berjalan melewati papan reklame di dekat Hotel Serena menjelang putaran kedua negosiasi antara AS dan Iran, di Islamabad, Pakistan, Senin, 20 April 2026. (Sumber: AP Photo/Anjum Naveed)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Timur Tengah Smith Alhadar menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan negosiasi kedua Iran dan Amerika Serikat (AS) tahap kedua. 

Perundingan sebelumnya antara dua negara tersebut telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April 2026 lalu dan tidak mencapai kesepakatan.

Menurut Smith, AS ingin tampil dengan posisi kuat dalam perundingan dengan Iran. Ia kemudian menyinggung blokade AS terhadap Selat Hormuz yang menurutnya berkaitan dengan niat AS tersebut. 

"Amerika Serikat memblokade kapal-kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran itu bertujuan untuk memaksa China (Tiongkok) membujuk Iran untuk menerima blokade itu," katanya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin (20/4/2026). 

Smith menyebut, AS ingin tampil sebagai pihak yang mendikte Iran dalam negosiasi. 

Sementara itu, menurutnya Iran juga bukan pihak yang dengan mudah mengalah, tetapi justru melakukan perlawanan terhadap AS. 

"Iran sebaliknya, dia menutup Selat Hormuz untuk melawan blokade Amerika Serikat itu yang memang melanggar gencatan senjata kedua negara yang sudah disetujui sebelumnya," ucapnya.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Tolak Kesepakatan Damai

Smith menilai Trump menggunakan momentumnya akan berkunjung ke Tiongkok pada awal bulan depan. 

Ia menyebut AS dan Tiongkok dalam pertemuan itu akan membahas tentang kelanjutan hubungan ekonomi kedua negara, sehingga menurutnya Trump berpikir Tiongkok akan terpaksa menekan Iran untuk tidak menutup Selat Hormuz. 

Namun menurutnya, Trump keliru jika beranggapan seperti itu, karena ia menilai Iran tidak dalam posisi untuk mengalah. 

"Iran juga ingin tampil di Islamabad sebagai pihak yang kuat dalam perundingan di Islamabad itu," ujarnya. 

Ia kemudian menyinggung pernyataan AS akan mengirim negosiator ke Pakistan, sementara Iran menyatakan tidak bersedia datang jika tidak ada poin yang jelas mengenai hal-hal yang akan dirundingkan. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, Aljazeera, IRNA

Tag
  • iran
  • as
  • amerika serikat
  • perundingan
  • negosiasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ITS Perkuat Komitmen Hilirisasi Lewat Pengukuhan 176 Insinyur Baru
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kurniawan Dwi Yulianto Sebut Timnas Indonesia U-17 Akan Tambah 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026
• 20 menit lalubola.com
thumb
Labuan Bajo Fokus Perkuat Keamanan Wisata Bahari, Momentum dari Kasus Kapal Tenggelam
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cara Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu Disorot MUI, Kritisi Dikubur Hidup-Hidup
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Perwira Senior Iran: Mitos Pesawat Tempur Siluman AS Telah Berakhir
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.