JK Vs Termul, Relawan Ungkit soal ‘Hancur Negara Kalau Jokowi Jadi Presiden’

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dewan Pendiri DPP Bara JP Utje Gustaf mengungkit pernyataan Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang pernah menyebut 'hancur negara ini kalau Jokowi jadi Presiden'. Hal ini, untuk menanggapi klaim JK yang menyebut adanya peran besar dirinya dalam mengantarkan Jokowi menjadi presiden di periode pertama.

Ia menilai, dalam catatan sejarah politik, Jusuf Kalla memang termasuk salah satu tokoh yang ikut berperan pada fase awal.

"Pak JK salah satu potongan sejarah yang ikut mendorong pak Jokowi menjadi Gubernur Jakarta 2012," kata Utje saat dihubungi, Senin (20/4).

Namun, menurutnya, dukungan JK terhadap pencalonan presiden tidak serta-merta datang sejak awal.

"Mengenai dukungan pak JK utk pencapresan pak Jokowi, itu datang setelah gemuruh massa mendukung pencapresan Pak Jokowi," ucapnya.

"Bukankah sebelumnya ada statemen pak JK bahwa "hancur negara ini kalo Pak Jokowi jadi Presiden"?," tambah Utje.

Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi kontribusi JK dalam perjalanan politik Jokowi tersebut.

“Tapi apapun itu, kami berterima kasih atas peran pak JK, dan akhirnya menempatkan pak JK sebagai wapres termul paska pilpres 2014," katanya.

Lebih lanjut, ia juga menanggapi klaim mengenai peran besar dalam kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 dengan merujuk hasil pemilu sebelumnya. Dan kalah dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kalau klaim berperan besar memenangkan Pak Jokowi, saya rasa terbantahkan merujuk Pilpres 2009 dimana pak JK maju sebagai Capres. Pak JK di 2009 maju sebagai Capres dan peroleh suaranya nomor 3 dari 3 calon," ucap Utje.

Karena itu, ia mempertanyakan logika klaim mempunyai peran besar dalam kemenangan Jokowi di 2014.

“Kan gak mungkin bisa memenangkan orang lain kalau dirinya sendiri gak bisa memenangkan konstestasi Pilpres. Jadi di 2014 pasangan termul Jokowo-JK memenangkan pilpres lebih karena faktor Jokowi.”

Lebih lanjut, ia menilai polemik tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

"Kami termul merasa gak perlu menghabiskan energi untuk menanggapi masalah sepele seperti itu, gak penting-penting banget gitu," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rugikan Negara Rp2,5 Miliar, DJP Pidanakan Pelaku Faktur Pajak Fiktif di Medan
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
PSSI Rayakan Ulang Tahun ke-86 di Sidoarjo, Tegaskan Target 2030
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Profil dan Sejarah Timnas Bosnia - Herzegovina: Pupuskan Harapan Italia dan Pernah Tampil di Brasil
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengamat Sebut Kurangi Beban APBN
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cegah DBD, Asrama Haji Surabaya Lakukan Fogging Massal
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.