MALUKU, DISWAY.ID - Polisi mengungkap motif penusukan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei diungkap.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengatakan pembunuhan di Bandara Karel Sadsuitubun diduga lantaran dendam lama.
BACA JUGA:Konsumsi Jemaah Haji di Madinah Dijamin Rasa Indonesia, Total 27 Kali Makan Selama 9 Hari
Diungkapkannya, hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku.
"Motif pelaku adalah balas dendam," katanya kepada awak media, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, kedua pelaku menyimpan dendam karena menganggap korban sebagai dalang di balik pembunuhan kerabat mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat yang terjadi pada 2020 di kawasan Kalimalang, Bekasi.
Diketahui, penusukan sendiri terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.
BACA JUGA:Satu Pelaku Penikaman Nus Kei Adalah Atlet MMA!
Saat itu, korban yang baru tiba dari Jakarta langsung diserang menggunakan senjata tajam oleh pelaku.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian.
BACA JUGA:Mantan Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Gelapkan Dana Jemaat Gereja Ditangkap usai Pelesir ke Luar Negeri
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara untuk pendalaman lebih lanjut.
Seorang Pelaku Atlet MMASementara itu, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menambahkan, pelaku HR adalah atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA). Sedangkan FU adalah masyarakat biasa.
"Iya betul, HR adalah atlet tarung bebas atau MMA," bebernya.
- 1
- 2
- »





