Bahlil: Harga LPG Non-subsidi Bisa Kembali Turun, Ikuti Fluktuasi Pasar Global

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bahlil memastikan kenaikan harga LPG non-subsidi yang berlaku mulai 18 April 2026 bersifat sementara. Sebab, harganya mengikuti acuan pasar global.

Bahlil: Harga LPG Non-subsidi Bisa Kembali Turun, Ikuti Fluktuasi Pasar Global. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kenaikan harga LPG non-subsidi yang berlaku mulai 18 April 2026 bersifat sementara. Sebab, harganya bisa kembali turun apabila acuan harga gas dunia mengalami penurunan. 

Bahlil mengatakan pemerintah hanya bisa menjamin atau menahan kenaikan harga gas subsidi, ketika kenaikan harga acuan gas dunia mengalami kenaikan. Sementara untuk LPG non-subisidi, harganya mengikut fluktuasi harga acuan global. 

Baca Juga:
Situasi Geopolitik Masih Panas, Pemprov DKI Akan Pantau Pasokan BBM dan LPG 3 Kg 

"Pemerintah hanya menjamin subdisi, sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai industri, restoran, hotel, itu menyesuaikan dengan harga pasar," ujarnya usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Bahlil mengatakan, kenaikan harga gas LPG untuk non-subdisi sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM. Regulasi tersebut membentuk harga jual di pasar, dengan acuan harga gas dunia yang berlaku saat itu. 

Baca Juga:
Kebutuhan LPG Naik 10 Juta Ton, RI Masih Negosiasi Impor dari Rusia

"Pasti (harga gas non subsidi akan turun) kan ada formulasinya, jadi kalau harga dunia turun, pasti dia turun juga, kalau naik, dia ikut naik," tambahnya. 

Baca Juga:
Harga LPG Non-Subsidi Bright Gas Ikut Naik, Tabung 12 Kg Dibanderol Rp228 Ribu

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non subdisi per tanggal 18 April 2026. Hal tersebut seperti yang diumumkan melalui website resmi Pertamina Patra Niaga.

Harga LGP Non Subsidi untuk ukuran 12 Kg naik menjadi Rp208 ribu untuk harga terendah sampai Rp285 ribu per tabung. Sementara untuk ukuran 5,5 Kg, harga per 18 April mulai dari Rp100 ribu sampai Rp134 ribu harga tertingginya. 

Adapun untuk tabung 12 Kg, harga Rp208 ribu hanya di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Sementara mayoritas penyesuaian harga LPG non subdisi menjadi Rp228 ribu, terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat. 

Sementara untuk harga LPG non subsidi ukuran 5,5 Kg, mengalami penyesuaian harga dari sebelumnya Rp90 ribu menjadi antara Rp100-134 ribu. Wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat harganya naik menjadi Rp107 ribu. 

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bitcoin vs Emas, Mana yang Paling Aman di Tengah Gejolak Global?
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hogoshi Studi Banding ke Bapas Jakbar: Bekali Napi Keterampilan Penting-Membantu
• 23 jam laludetik.com
thumb
Adu Kuat APBN Tahan Kenaikan Harga Energi
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Guru Besar UI di Depan DPR Beber Catatan RUU Perampasan Aset: Tak Boleh Jadi Alat Politik
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Penyelesaian Proyek Waterfront City Anambas Dinanti, Warga Beri Usulan Hibah
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.