Aceh Besar: Sebanyak 13 poliklinik di RSUD Aceh Besar tutup total menyusul aksi mogok massal dokter spesialis dan tenaga kesehatan akibat persediaan obat-obatan yang kosong. Akibat aksi tersebut, ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan.
"Penutupan layanan salah satunya karena kosongnya persediaan obat-obatan di rumah sakit dan telah mengganggu proses pelayanan medis secara signifikan," kata salah seorang perwakilan dokter spesialis, dr Irfan, Sp.P, dilansir dari Antara, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, mogok massal yang dilakukan seluruh tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dipicu beberapa faktor. Di antaranya belum dibayarkannya tambahan penghasilan pegawai (TPP) sejak Januari 2025 dan jasa medis sejak November 2025.
Baca Juga :
673 Calon Jemaah Haji Banda Aceh Tuntas Jalani VaksinasiDalam kesempatan itu, para tenaga medis menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka menyatakan tidak akan memberikan pelayanan rawat jalan hingga waktu yang tidak ditentukan sampai semua permintaan dipenuhi.
Mereka meminta audiensi dengan pihak pemerintah daerah dan DPRK untuk membahas pengadaan obat-obatan yang saat ini mengalami kekosongan, percepatan status aktif BLUD, penyelesaian masalah TPP, dan pencairan jasa medis.
Ia menyebut aksi mogok massal sebagai langkah terakhir untuk menyuarakan persoalan yang terjadi. Salah satunya kekosongan persediaan obat-obatan yang sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan.
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Pixabay.
Lebih lanjut, ia menduga bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan lambatnya realisasi status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024 dan hingga kini belum berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut dia, khusus layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa. IGD bersifat pelayanan darurat dan menyangkut keselamatan nyawa sehingga tidak dapat dihentikan dalam kondisi apa pun.




