jpnn.com - JAKARTA - Dr. Jazuli Juwaini, MA menghadiri Sidang Parlemen Dunia yang digelar Inter-Parliamentary Union (IPU) di Istanbul, Turki, 15-19 April 2026.
Jazuli yang hadir dalam kapasitas sebagai Utusan Tetap IPU untuk Urusan Timur Tengah dari Parlemen Republik Indonesia, membawa misi diplomasi kemanusiaan dan perdamaian di tengah eskalasi konflik kawasan yang kian meluas.
BACA JUGA: Jazuli Juwaini Jabat Ketum PB Mathlaâul Anwar 2026â2031, Usung Transformasi MA Naik Level
Menurut Jazuli, konflik di Timteng tidak lagi bersifat lokal, melainkan berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan banyak negara dan aktor global.
Dia menilai agresi Israel terhadap Palestina merupakan akar persoalan yang terus memicu siklus kekerasan berkepanjangan.
BACA JUGA: Gus Rosikh Berharap Gus Ipul Melengser dari Menteri, Fokus ke Muktamar NU
Jazuli menambahkan selama penjajahan dan kekerasan terhadap Palestina belum dihentikan, maka stabilitas kawasan tidak akan pernah benar-benar tercapai. Dia menegaskan kemerdekaan Palestina adalah kunci untuk memutus rantai konflik tersebut.
Jazuli juga menyoroti eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kian memperburuk situasi. Dia menggambarkan bahwa dinamika konflik tersebut telah meluas ke berbagai negara di kawasan, termasuk negara-negara Teluk yang terdampak serangan maupun ketegangan militer.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Pecat 1 PNS & 3 PPPK yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Berat
Dampaknya tidak hanya berupa ancaman keamanan, tetapi juga merembet pada krisis ekonomi, energi, dan stabilitas sosial di kawasan. Jalur perdagangan strategis terganggu, ketegangan geopolitik meningkat, dan risiko perang terbuka makin nyata.
Menurut Jazuli, kondisi ini menunjukkan konflik Timur Tengah telah melampaui batas-batas teritorial dan menjadi ancaman global.
Dia menekankan bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperbesar skala penderitaan manusia.
Puluhan ribu korban jiwa, luka-luka, pengungsi, serta kehancuran infrastruktur di berbagai wilayah menjadi bukti nyata bahwa krisis ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.
Sebagai Utusan Tetap Inter-Parliamentary Union untuk Urusan Timur Tengah, Jazuli mendesak IPU mengambil langkah yang lebih tegas dan konkret.
Dia menekankan bahwa IPU tidak boleh hanya berhenti pada pernyataan atau kecaman, tetapi harus memimpin aksi global yang terkoordinasi untuk menghentikan agresi, mendorong semua pihak—termasuk Israel, Amerika Serikat, dan Iran—kembali ke meja perundingan, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional tanpa standar ganda.
Menurut Jazuli, kegagalan dalam menegakkan hukum internasional selama ini justru menjadi faktor utama yang memperpanjang konflik.
Jazuli yang juga anggota DPR RI Fraksi PKS ini menyatakan bahwa sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi, tanggung jawab kemanusiaan, sekaligus bagian dari sejarah bangsa.
Menurut dia, Indonesia akan terus berada di garis depan dalam mendorong perdamaian melalui berbagai jalur diplomasi internasional.
“Ini bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi tragedi kemanusiaan. Dunia tidak boleh terus membiarkan penderitaan ini. Sudah saatnya menghentikan agresi, menghentikan perang, dan mengedepankan keadilan serta kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan negara-negara terdampak konflik,” kata Jazuli dalam keterangannya, Senin (20/4). (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




