Lansia Berusia 70-an di Hubei, Tiongkok Diduga Disuntik Obat Eksperimen, Menderita hingga Berguling di Lantai

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Situs Minghui.org pada 18 April melaporkan kasus seorang lansia berusia 70-an dari Jingzhou, Provinsi Hubei, bernama Deng Tianyu, yang disebut mengalami penyiksaan berat selama bertahun-tahun penahanan, termasuk disuntik obat eksperimental di pusat penahanan, hingga menderita kesakitan hebat selama lebih dari dua bulan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Deng Tianyu lahir pada tahun 1950 dan tinggal di Distrik Shashi, Kota Jingzhou, Provinsi Hubei. Pada Oktober 1998, ia mulai mempelajari dan berlatih Falun Gong. Berbagai penyakit yang sebelumnya ia derita—seperti vertigo, radang sendi, radang bahu, masalah tulang leher, dan nyeri punggung—disebut hilang secara bertahap. Ia juga berusaha menjalani hidup sesuai prinsip “Sejati, Baik, Sabar”, sehingga kepribadiannya berubah menjadi lebih sabar dan peduli terhadap orang lain.

Namun setelah pemerintah PKT memulai penindasan terhadap Falun Gong pada 20 Juli 1999, Deng Tianyu dilaporkan mengalami tiga kali hukuman penjara yang disebut tidak sah, dengan total masa hukuman 12 tahun. Hukuman terakhir dijatuhkan pada tahun 2001 saat ia berusia 71 tahun.

Pada 18 Oktober 2020, ia ditangkap oleh sejumlah aparat dan kemudian dibawa ke pusat penahanan di Distrik Jingzhou.

Pada Mei 2021, pihak pusat penahanan secara lisan memberitahukan bahwa ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Hingga kini, keluarga disebut tidak pernah menerima dokumen putusan resmi.

Pada 6 Juli 2021, menurut laporan tersebut, Deng Tianyu dijadikan objek percobaan: darahnya diambil dalam jumlah besar, kemudian ia disuntik dengan obat yang tidak diketahui. Pada 2 September tahun yang sama, darahnya kembali diambil untuk pemeriksaan.

Setelah itu, ia mengalami kejang-kejang di seluruh tubuh, muncul benjolan di kepala dan mulut, serta kesakitan hebat hingga berguling di lantai selama dua bulan.

Disebutkan bahwa ada dugaan obat yang disuntikkan terkait penelitian penyakit tertentu, namun hal ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa seorang petugas yang terlibat sempat meminta maaf, mengaku tidak mengetahui dampak serius dari obat tersebut.

Meski mengalami perlakuan tersebut, Deng Tianyu tetap ditahan dan kemudian dipindahkan ke penjara. Pada 14 September 2021, ia dimasukkan ke penjara di Hankou, Hubei, dan disebut mengalami berbagai bentuk perlakuan tidak manusiawi, termasuk pengambilan darah dalam jumlah besar, hukuman fisik, dugaan pemberian zat dalam makanan, pemukulan, dan perlakuan lainnya.

Akibat berbagai perlakuan tersebut, ia dilaporkan mengalami disabilitas.

Saat ini, ia telah dibebaskan dan kembali ke rumah selama sekitar setengah tahun, namun masih belum mampu mengurus dirinya sendiri. Tunjangan pensiunnya juga disebut telah dicabut.

Falun Gong atau Falun dafa sebuah praktik spiritual yang diperkenalkan kepada publik pada tahun 1992, melibatkan latihan meditasi dan ajaran moral yang berpusat pada prinsip Sejati-Baik-Sabar.

Pada tahun 1999, setelah perkiraan resmi menyebutkan jumlah praktisi di negara tersebut mencapai 70 juta hingga 100 juta orang, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye nasional untuk memberantas praktik tersebut. Sejak saat itu, banyak praktisi menghadapi penangkapan, penahanan, kerja paksa, dan berbagai bentuk penyiksaan karena menolak melepaskan keyakinan mereka. Jumlah korban tewas akibat penganiayaan ini masih belum jelas, terutama karena sulitnya memperoleh informasi tersebut akibat pembatasan ketat melalui Great Firewall Tiongkok.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebon Pala Jaktim Banjir Lagi: Ketinggian Air Nyaris Dua Meter, Warga Mulai Mengungsi
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
May Day Fest 2026 di Makassar Dikemas dalam Konsep Festival
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Sentimen Pekan Depan: Pasar Deg-Degan Tunggu Keputusan Bank Sentral
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Munafri Arifuddin Makin Sulit Terjegal, 21 DPD II Siap Kawal di Musda Golkar Sulsel
• 1 jam laluharianfajar
thumb
12 Warga Sipil Tewas, Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi terhadap OPM
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.