Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) setelah sempat membukanya beberapa jam. Hal ini membuat 2 kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih terjebak.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan pihak Iran.
“Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran (terkait kapal Pertamina),” kata Bahlil kepada awak media usai konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Selain itu, ia mengatakan Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau dan menangani situasi tersebut.
“Kolaborasi ESDM dengan Kemlu itu juga kita lakukan terus,” ucap Bahlil.
Di sisi lain, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita menjelaskan saat ini PIS terus melakukan pemantauan terhadap situasi yang ada usai Selat Hormuz kembali ditutup.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/4).
Selain itu, PIS juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang serta terus menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz telah dibuka penuh. Ia bilang jalur tersebut "completely open" setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun militer Iran kembali menutup selat tersebut beberapa jam kemudian.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)



