Meluncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong, Sekjen Golkar Singgung Cita-Cita Politik

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Golkar Muhammad Sarmuji meluncurkan buku berjudul Kekuasaan Yang Menolong di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).

Legislator DPR RI itu menyebut buku Kekuasaan Yang Menolong memuat refleksi perjalanan spiritual sekaligus pandangannya dalam berpolitik.

BACA JUGA: Muspinas III BMK 1957, Sarmuji Minta Jadi Tempat Evaluasi Program yang Sudah Berjalan

Sarmuji mengatakan buku tersebut menjadi satu dari tiga buku yang ia terbitkan dengan dua di antaranya menjadi karya utama.

Dia menuturkan judul buku tersebut memiliki makna personal sangat mendalam. 

BACA JUGA: Banyak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Sarmuji Golkar Singgung Biaya Mahal Pilkada

“Kekuasaan Yang Menolong itu sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira, yaitu nama putra kami Muhammad Sutojoyo, Sulthanan Nashir,” ujar dia, Senin.

Sarmuji mengatakan nama sang anak sejak menjadi pengingat bagi dirinya dalam menjalani dunia politik agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA: Kulturolog: Buku Saku KSP Perkuat Narasi “Negara Hadir”, Fondasi Menuju Indonesia Maju

"Jadi saya berharap keberadaan saya dalam dunia politik itu menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuasaan Yang Menolong. Sebagaimana anak saya, saya namai,” ujar dia.

Sarmuji mengungkapkan sang putra telah wafat setelah berjuang melawan leukemia, tetapi nilai dan makna Sulthanan Nashira tetap dipegang sebagai prinsip hidup.

"Namanya tetap tersimpan dalam hati dan tetap menjadi pengingat bagi saya, untuk menjadikan politik menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuatan atau Kekuasaan Yang Menolong," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Dalam buku tersebut, Sarmuji memaparkan gagasan tentang politik sebagai sarana untuk menolong rakyat. 

Pada bagian awal, ia menekankan konsep kekuasaan yang berpihak pada kepentingan publik, sementara bab-bab selanjutnya berisi respons dan pandangannya terhadap berbagai isu kerakyatan yang berkembang di DPR.

“Kalau bukunya, dari bab pertama itu saya menjelaskan tentang politik sebagai Kekuasaan Yang Menolong. Lalu bab-bab berikutnya tentang pernyataan-pernyataan saya menanggapi situasi yang berkembang. Isu-isu kerakyatan yang berkembang di DPR dan beberapa isu yang kami tanggapi sebagai Sekjen (DPP Partai Golkar, red),” katanya.

Pada bagian penutup, Sarmuji menyampaikan harapan agar kiprah politiknya dapat meninggalkan jejak baik bagi generasi mendatang, sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS.

“Penutupnya itu kami berharap kami ini secara paripurna menjadi politisi itu seperti doa Nabi Ibrahim. Doa Nabi Ibrahim AS itu, ya, Allah jadikanlah aku waj'allii lisana shidqi fiil akhiriin. Itu di bab penutupnya. Jadikanlah aku menjadi buah tutur yang baik bagi generasi yang datang kemudian,” tuturnya. (ast/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNGR Berlakukan Sanksi Tegas bagi Pendaki Pelanggar Aturan
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Bedah Editorial MI: Jangan Mudah Memenjara Kepala Desa
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alcaraz atlet terbaik dunia versi Laureus Awards 2026
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Gamemax Nex C53 Panoramic, Daya Tawarnya Menarik
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Ogah Naturalisasi, Timnas Futsal Indonesia Pilih Jalan seperti Ini
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.