Dewa  United Jegal Persib Bandung 2-2: Borneo dan Persija Jakarta Tancap Gas Kebut Juara Super League

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SERANG — Hasil imbang dramatis antara Persib Bandung dan Dewa United dalam lanjutan Super League 2025/2026 tidak hanya menghadirkan tontonan penuh tensi, tetapi juga mengubah arah persaingan di papan atas. Skor 2-2 di Stadion Banten International Stadium, Serang, Senin (20/4), membuka celah bagi tim-tim pesaing seperti Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta untuk semakin menekan dalam perburuan gelar.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Baru satu menit laga berjalan, peluang sudah tercipta melalui Adam Alis, meski tembakannya masih mampu diblok oleh lini belakang Dewa United. Intensitas tinggi yang diperagakan Persib menunjukkan ambisi mereka untuk mengamankan tiga poin penting.

Namun, Dewa United tidak tinggal diam. Memasuki menit kelima, mereka mulai menemukan ritme permainan dan perlahan keluar dari tekanan. Kejutan pun datang pada menit ke-24 ketika Alex Martins sukses mencetak gol melalui sontekan tanpa kawalan setelah menerima umpan dari Alexis Messidoro. Gol ini sempat memicu kontroversi karena dalam prosesnya bola diduga telah keluar lapangan. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkomunikasi dengan VAR.

Keunggulan 1-0 untuk Dewa United bertahan hingga babak pertama usai. Persib yang tampil dominan justru tertinggal, sementara Dewa United menunjukkan efektivitas serangan yang lebih tajam.

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan tekanan. Pada menit ke-48, peluang emas didapat melalui tendangan voli Berguinho, tetapi masih mampu diamankan kiper Sonny Stevens. Dua menit berselang, Dewa United sempat mencetak gol kedua lewat Messidoro, namun dianulir setelah tinjauan VAR.

Gol kedua Dewa United akhirnya benar-benar datang pada menit ke-60. Kesalahan Federico Barba di lini belakang berhasil dimanfaatkan Alex Martins yang kemudian membuka ruang bagi Noah Wail Sadaoui. Bola lalu diteruskan kepada Ricky Kambuaya yang sukses menaklukkan kiper Persib. Situasi semakin pelik bagi Persib ketika tertinggal 0-2.

Namun momentum pertandingan berubah drastis. Dalam proses gol tersebut, Alex Martins justru harus menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Dewa United pun harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan—sebuah situasi yang dimanfaatkan dengan baik oleh Persib.

Pada menit ke-73, Persib mendapatkan hadiah penalti setelah Berguinho dilanggar di kotak terlarang. Thom Haye yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Tekanan Persib semakin intens di menit-menit akhir. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85 melalui sundulan Andrew Jung yang memanfaatkan umpan silang dari Eliano Reijnders. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan bagi Persib, mengingat mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di fase krusial. Sebaliknya, bagi Dewa United, satu poin ini menjadi bukti ketahanan mental meski harus bermain dengan 10 pemain.

Dampak dari hasil ini sangat signifikan dalam perburuan gelar. Persib yang seharusnya bisa memperlebar jarak justru kehilangan dua poin penting. Kondisi ini membuka peluang bagi Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta untuk memperkecil selisih, bahkan berpotensi mengambil alih posisi jika mampu meraih kemenangan di laga-laga berikutnya.

Persija Jakarta sendiri tengah dalam momentum positif. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu bersiap menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29. Laga ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar—venue yang dinilai ideal oleh pelatih Mauricio Souza.

“Hal yang paling baik dari situasi ini adalah kualitas lapangan di sana sangat baik. Ada dua tim yang sama-sama gemar menguasai bola dan bermain ofensif,” ujar Mauricio.

Ia menekankan bahwa kualitas lapangan menjadi faktor penting bagi kedua tim yang sama-sama mengandalkan permainan menyerang dan penguasaan bola. Kondisi tersebut diyakini akan mendukung gaya bermain Persija.

“Saya sangat menyukai gaya bermain lawan yang akan kami hadapi nanti. Permainan mereka sangat tertata dan agresif saat menguasai bola. Tim kami juga memiliki karakter yang sama. Karena itu, saya senang pertandingan ini digelar di lapangan dengan kondisi yang sangat baik,” lanjutnya.

Optimisme Persija bukan tanpa dasar. Mereka datang dengan modal dua kemenangan beruntun—3-0 atas Persebaya dan 1-0 melawan PSBS. Hasil ini menjadi sinyal bahwa Persija sedang berada dalam performa terbaiknya di momen krusial musim ini.

Dengan situasi klasemen yang semakin ketat, setiap poin kini menjadi sangat berharga. Hasil imbang Persib bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga momentum yang bisa dimanfaatkan oleh para pesaingnya.

Jika Borneo FC dan Persija mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin peta persaingan juara akan berubah dalam beberapa pekan ke depan. Super League musim ini pun semakin menunjukkan bahwa hingga peluit akhir kompetisi dibunyikan, segalanya masih bisa terjadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini Awal Pekan Senin 20 April 2026, BMKG: Empat Kali Getarkan Indonesia
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Pemuda Pemilik Sabu dan Ganja di Guguak VIII Koto Diringkus
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Empat Pelaku Pengoplos Elpiji Subsidi di Pasuruan Diamankan Polisi
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Transjakarta Tabrak Pemotor di Jakut, Wanita yang Dibonceng Tewas Usai Luka Berat di Kepala
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Segera Rampungkan RUU Masyarakat Adat yang Sudah 20 Tahun Mandek
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.