MEDAN, iNews.id - Sejumlah siswa SMP di Kota Medan, Sumatera Utara, nekat menyeberangi Sungai Deli melalui pipa air untuk menuju sekolah. Aksi berbahaya tersebut dilakukan karena tidak adanya jembatan penghubung di lokasi.
Aktivitas ini menjadi pemandangan sehari-hari bagi para pelajar yang melintasi pipa PDAM yang berada di atas aliran Sungai Deli. Mereka berjalan perlahan di atas pipa, sementara di bawahnya mengalir sungai dengan arus yang cukup lebar.
Para siswa yang melintas terdiri dari laki-laki dan perempuan, sebagian masih mengenakan seragam sekolah saat pulang. Mereka memilih jalur tersebut karena dianggap lebih dekat dibandingkan harus memutar menggunakan akses lain.
Sebelumnya, di lokasi tersebut terdapat jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu kini sudah tidak ada.
Baca Juga:Kapolri Ungkap Angka Kecelakaan dan Fatalitas Mudik Lebaran 2026 MenurunSalah satu pelajar, Mita, siswa kelas VII SMPN 34 Medan, mengaku terpaksa melewati pipa agar jarak tempuh ke sekolah lebih dekat. Rumahnya berada di Kecamatan Medan Polonia, sementara sekolahnya di Gang Perbatasan. "Jauh kalau mutar, tapi kalau lewat sini dekat," kata Mita.
Pelajar lain, Pramudya, juga mengaku kerap menggunakan jalur tersebut, terutama saat pulang sekolah. Dia memilih melewati pipa untuk menghemat uang transportasi yang diberikan orang tuanya.
"Biar lebih dekat pulang," ucap Pramudya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Lestari, mengatakan para pelajar dan warga sekitar memang sering melintasi pipa tersebut. Meski telah diimbau agar tidak melintas karena berbahaya, mereka tetap melakukannya karena alasan jarak yang lebih dekat.
Warga dari tiga kelurahan dan dua kecamatan berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan di lokasi tersebut karena sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.
#sumut




