Lebih dari tujuh minggu setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran belum juga memakamkan mantan pemimpin tertinggi tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dilansir NDTV dan Hindustan Times, Senin (20/4/2026), otoritas Iran belum mengambil keputusan akhir soal lokasi pemakaman Ali Khamenei.
Hal tersebut mengindikasikan jika pemerintahan Teheran, yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei, anak laki-laki Khamenei, sedang sibuk menangkal ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh pasukan AS dan Israel.
Namun, seorang pakar keamanan menilai para pejabat Iran "terlalu takut" untuk menggelar seremoni pemakaman besar-besaran dan mewah untuk mendiang pemimpin tertinggi.
Tahun 1989 silam, Iran menggelar seremoni pemakaman besar-besaran selama beberapa hari untuk pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jutaan warga Iran membanjiri jalanan Teheran untuk menghadiri seremoni pemakaman Khomeini.
Namun, pemandangan serupa tidak dapat dilihat untuk Khamenei saat perang antara Iran melawan AS-Israel terus berkecamuk.
Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi mengatakan kepadaNew York Postbahwa rezim Mojtaba lumpuh karena ketakutan, dan Iran tidak dalam posisi untuk menggelar seremoni peringatan yang megah saat perang yang diwarnai gencatan senjata yang rapuh.
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu dalam analisisnya.
(amw/amw)





