Rano sebut dukungan pada film sejarah tak cukup dari sisi pembiayaan

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan dukungan terhadap film bertema sejarah tidak cukup hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga melalui penyediaan ruang apresiasi agar karya-karya sineas menjangkau publik lebih luas, terutama kalangan muda.

“Film seperti ini harus kita dukung bersama, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dengan memberi perhatian dan ruang agar generasi muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Rano menyampaikan, penguatan karakter generasi muda dapat dibangun melalui berbagai medium, termasuk film yang mampu menyampaikan nilai kehidupan, keteladanan, dan semangat kebangsaan secara lebih dekat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem perfilman melalui pembentukan Jakarta Film Commission yang direncanakan pada 22 Juni 2026. Langkah itu diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema berskala internasional.

“Jakarta akan menjadi kota sinema. Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk internasional. Ini menunjukkan potensi besar Jakarta dalam industri kreatif, khususnya perfilman,” kata Rano.

Baca juga: DKI kuatkan kolaborasi internasional wujudkan Jakarta kota sinema

Dia menargetkan Jakarta ke depannya menjadi tuan rumah berbagai agenda perfilman internasional dan momentum ini penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif sekaligus ruang tumbuh bagi karya sinema nasional.


Adapun Rano bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta dan BUMD menghadiri acara screening film "Buya Hamka III" di salah satu bioskop kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Kehadiran Rano menjadi bentuk apresiasi terhadap perfilman nasional yang mengangkat tokoh inspiratif sekaligus upaya memperkuat literasi sejarah generasi muda.

Menurut dia, "Buya Hamka III" memiliki nilai penting dalam memperkenalkan sosok teladan kepada anak muda, di tengah semakin renggangnya kedekatan mereka dengan sejarah dan figur inspiratif bangsa.

“Film ini dibuat melalui perjalanan panjang. Sejak awal, produser sudah memahami risikonya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana generasi muda dapat mengenal Buya Hamka sebagai tokoh panutan,” kata Rano.

Baca juga: Rano Karno tegaskan Jakarta serius ingin jadi kota sinema

Baca juga: DKI terus perkuat regulasi dan fasilitasi industri film

Baca juga: Pemprov DKI rumuskan regulasi insentif bagi industri perfilman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewa  United Jegal Persib Bandung 2-2: Borneo dan Persija Jakarta Tancap Gas Kebut Juara Super League
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Peringkat Kampus Palsu Dorong Euforia Reputasi Semu, Ancam Integritas Akademik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
3 Orang Ditangkap Termasuk Pasutri, Polisi Ungkap Gudang Sabu di Makassar
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Politik kemarin, ratas "giant sea wall" Pantura hingga damai di Papua
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Warga Jakarta Bisa Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.