REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026). Ratas membahas pematangan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa.
Brian menjelaskan, proyek giant sea wall memiliki peran vital dalam melindungi sekitar 60 persen kawasan industri serta lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak. Oleh karena itu, kata dia, RI 1 mendorong Kementerian Diktisaintek untuk berpartisipasi aktif, khususnya melalui kontribusi riset dan inovasi dari perguruan tinggi.
Baca Juga
PT KAI akan Aktifkan Kembali Stasiun Comal dan Plabuan di Pantura
Perayaan Sederhana HUT Ke-37 di Paris Disorot, Seskab: Saya Memahami
Langkah Diplomasi, Prabowo Bertemu Macron di Prancis
"Banyak hasil-hasil penelitian di kampus ya yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat," ujar Brian.
Sebagai tindak lanjut, menurut dia, Kemendiktisaintek segera mengundang para guru besar dan pakar yang memiliki keahlian di bidang terkait, termasuk dalam pengembangan daratan dan reklamasi. Brian menyampaikan, para akademisi tersebut nantinya tidak hanya memberikan kajian teknis, tetapi juga akan terlibat langsung dalam tim pelaksana di Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Bahkan lebih dari itu langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Bapak Kepala Otorita (Didit Herdiawan)," ucap Brian.