Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan fenomena baru dalam tindakan rasuah di Indonesia. Keluarga sampai orang kepercayaan kerap menjadi pelaku utama dalam tindakan korupsi di Indonesia, saat ini.
“Dari beberapa perkara yang ditangani KPK tersebut, terungkap fenomena keterlibatan ‘circle’ pelaku utama dari pihak keluarga, orang kepercayaan, rekan kerja, hingga kolega politik,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga :
KPK: Pengadaan Barang dan Jasa Paling Banyak DikorupsiBudi mengatakan, banyak kasus yang ditangani KPK mengungkap bahwa keluarga sampai kolega membantu dalam perencanaan korupsi. Bahkan, kerap menjadi pihak yang menyamarkan penerimaan.
“Ada yang terlibat sejak awal proses perencanaan, bersama-sama melakukan perbuatan, ada juga yang menjadi ‘layer’ atau perantara dalam penerimaan uang hasil korupsi, hingga pihak-pihak yang membantu menampung atau menyamarkan aliran uang,” ujar Budi.
Budi mengatakan, temuan ini menjelaskan bahwa korupsi sudah berkembang menjadi ekosistem. Ini, kata dia, sudah selayaknya menjadi alarm bahaya di Indonesia, saat ini.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa korupsi layaknya sebuah ekosistem, ada yang mengatur, ada yang menjalankan, ada yang menyimpan. Jabatan publik tidak lagi berdiri netral, tetapi kerap menjadi titik temu berbagai kepentingan, termasuk sebagai alat balas jasa atau pembiayaan politik,” ucap Budi.
Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
KPK ingin kebiasaan ini disetop. Pejabat diminta meningkatkan integritas untuk menjamin korupsi tidak lagi terjadi. Di sisi lain, KPK menegaskan akan menggencarkan sosialisasi untuk menyetop kebiasaan korupsi menjadi ekosistem.
“KPK melalui Direktorat Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat juga terus menggencarkan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi, yang tidak hanya menyasar penyelenggara negara, tetapi juga lingkungan terdekatnya, seperti pasangan, keluarga, hingga kerabat, sebagai bagian dari upaya membangun benteng integritas dari circle paling dekat,” tutur Budi.




