BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla di Riau

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Pekanbaru

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca kering.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, serta Pemerintah Provinsi Riau. Operasi berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 April 2026, dengan pusat kegiatan di Posko OMC Lanud Roesmin Nurjadin Air Force Base.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa pelaksanaan OMC merupakan langkah strategis berbasis sains untuk menekan potensi karhutla sejak dini. Menurutnya, pemanfaatan masa peralihan musim menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kelembapan lahan.

“Penyemaian awan pada fase transisi musim terbukti lebih efektif. Kami berupaya menjaga kelembapan, khususnya di wilayah rawan, agar potensi titik panas dapat ditekan,”ujar Teuku dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Hal senada disampaikan Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC sebelum puncak musim kemarau penting dilakukan karena ketersediaan awan masih mencukupi.

“Jika dilakukan saat musim kemarau, awan akan sulit ditemukan sehingga efektivitasnya menurun. Karena itu, pembasahan lahan gambut sejak masa peralihan menjadi langkah krusial,” jelasnya.

Hingga 18 April 2026, operasi telah mencatat tujuh sorti penerbangan dengan total durasi 13 jam 19 menit. Sebanyak 5.600 kilogram bahan semai telah disebar di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama kawasan gambut yang mudah terbakar.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkumhut Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, menyampaikan bahwa status siaga darurat karhutla di Riau telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur sejak 2 Februari hingga 30 November 2026.

Ia menambahkan, operasi modifikasi cuaca di Riau telah dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan dukungan BNPB, dan akan terus dilanjutkan guna meningkatkan kelembapan lahan serta mengisi cadangan air seperti embung.

Dukungan juga datang dari TNI AU melalui Lanud Roesmin Nurjadin. Kepala Dinas Operasi, Andrie Setiawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaksanaan OMC sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla.

“Kami mendukung penuh operasi ini. Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan,”ungkap Andrie.

BMKG turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan karhutla. Melalui OMC ini, BMKG menegaskan komitmennya dalam mendukung penanggulangan bencana secara proaktif, berbasis sains, dan kolaboratif demi menjaga kelestarian lingkungan di Riau.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jaringan Penyelundupan Manusia ke Australia Dibongkar, 3 WN Pakistan Jadi Tersangka
• 17 jam laluokezone.com
thumb
3.134 Calon Haji Bogor Dinyatakan Sehat dan Layak Berangkat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Motor Pengunjung Hilang di CFD Taman Lalu Lintas Madiun, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Pengelola Parkir
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Dasco Pertemukan Suster Natalia-Dirut BNI soal Kasus Penggelapan Dana Gereja
• 38 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.