TABLOIDBINTANG.COM - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Sutradara kenamaan Nayato Fio Nuala telah berpulang, meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya, termasuk aktris Mona Ratuliu.
Lewat unggahan emosional di Instagram, Senin (20/4), Mona membagikan potret kebersamaannya bersama sang suami, Indra Brasco, dan Nayato atau akrab disapa Koyan.
Dalam tulisannya, Mona mengaku kehilangan sosok yang sangat berarti dalam perjalanan hidupnya.
“Rasanya sebagian cerita hidup aku ikut pergi,” tulis Mona, menggambarkan betapa dalamnya ikatan yang telah terjalin sejak ia masih remaja.
Mona mengungkap bahwa perkenalannya dengan Nayato sudah dimulai sejak usia 13 tahun, ketika sang sutradara masih aktif menggarap iklan.
Dua tahun berselang, Nayato memberinya kesempatan emas untuk bermain dalam sinetron New Pondok Indah, yang menjadi titik awal popularitasnya di dunia hiburan.
Patah Hati Berkeping-keping
Tak hanya soal karier, Mona juga mengenang bagaimana Nayato menjadi bagian penting dalam kisah cintanya.
Ia bahkan menyebut momen pendekatan alias PDKT dengan Indra Brasco juga terjadi di masa-masa tersebut.
Mona menyebut Nayato lebih dari sekadar sutradara. Bagi Mona, Nayato adalah sahabat sekaligus tempat curhat di masa remajanya.
Ia selalu ada saat Mona menghadapi berbagai masalah, mulai dari keluarga, percintaan, hingga kesulitan finansial.
“Bukan cuma sutradara, tapi juga sahabat, tempat curhat aku yang masih ABG yang selalu ribet sama masalah ortu, pacar, nggak punya duit, segala macem,” kenangnya.
Mona juga menceritakan sisi unik Nayato yang sering mencari alasan untuk bertemu. Mulai dari mengajak rapat hingga syuting panjang tanpa pengambilan gambar, semua dilakukan demi kebersamaan.
Meski melelahkan, Mona mengaku suasana selalu terasa menyenangkan setiap kali bersama Nayato.
Bahkan setelah syuting hingga pagi hari, mereka kerap melanjutkan waktu bersama dengan ikut proses editing.
Momen perpisahan di rumah duka pun menjadi pengalaman yang begitu membekas bagi Mona. Ia menggambarkannya seperti adegan paling tragis dalam sebuah film.
“Pergi ke rumah duka kemarin kayak masuk sebuah scene di film yang paling menyedihkan dan tragis rasanya. Patah hati berkeping-keping,” tulisnya.
Namun di balik kesedihan tersebut, Mona juga merasa lega karena Nayato kini telah terbebas dari rasa sakit yang dideritanya.
“Selamat istirahat ya, Koyan,” tutupnya penuh haru.
Kepergian Nayato Fio Nuala menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia.
Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai sutradara produktif, tetapi juga pribadi hangat yang meninggalkan jejak mendalam bagi banyak orang.




