HARIAN FAJAR, BANDUNG – Persib Bandung harus puas berbagi angka saat bertandang ke markas Dewa United di Banten International Stadium (BIS), Senin (20/4/2026). Namun, hasil imbang 2-2 ini menyisakan luka mendalam bagi pendukung setianya. Bobotoh protes. Secara terbuka menuding wasit Yoko Supriyanto sebagai biang kerok yang menggagalkan kemenangan Maung Bandung.
Laga berjalan dramatis sejak awal. Persib sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat aksi Alex Martins (24′) dan eks penggawa mereka, Ricky Kambuaya (61′). Maung Bandung baru mendapatkan angin segar setelah Alex Martins diganjar kartu merah pada menit ke-63. Unggul jumlah pemain, Persib sukses menyamakan kedudukan melalui penalti Thom Haye (77′) dan gol telat Andrew Jung (86′).
Meski berhasil melakukan comeback, hasil “remis rasa kalah” ini membuat Persib gagal menjaga margin poin dengan Borneo FC yang kini hanya terpaut 2 angka di papan atas.
Keputusan Kontroversial
Kekecewaan Bobotoh memuncak di media sosial. Mereka mengkritisi kinerja wasit Yoko Supriyanto yang dinilai menutup mata atas sejumlah kejanggalan, terutama proses gol pertama Dewa United yang dianggap sudah keluar garis lapangan (out).
Berikut beberapa kecaman keras dari Bobotoh di kolom komentar unggahan resmi Persib:
“@pssi @erickthohir itu wasit gimana pak bola udh out yaelahh handball disahkan gol nya ampun gimana mau maju sepakbola di negara,” tulis @ayunurmalawinaa.
“Hanya tim wasit yg bisa ngalahin Persib, BYEE,” ujar @hmdhnry2.
“Wasitmah apal eta bola geus out jeng handball, ngan aya sebab di tukangeun…” tulis @bayuuuu.7 dengan nada curiga.
Selain wasit, lini pertahanan Persib juga tak luput dari sorotan. Akun @ptr4.frnd_ menyebut, “Kebobolan pertama jelas haram ya buat yg nnton, goal kedua blunder dri sang goat kita lord julio.”
Rekam Jejak Wasit Yoko Supriyanto
Yoko Supriyanto, wasit asal Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sebenarnya bukan sosok baru di mata Persib. Meski pernah memimpin laga saat Persib melumat Madura United (Februari 2026), Yoko dikenal sebagai pengadil yang sangat “ringan tangan” dalam mengeluarkan kartu.
Berdasarkan statistik musim ini:
1. Super League: 6 pertandingan, 28 kartu kuning, 2 kartu merah, 2 penalti.
2. Championship (Liga 2): 9 pertandingan, 41 kartu kuning, 1 kartu merah.
3. Total Karier: 15 pertandingan dengan total 69 kartu kuning.
Ketegasan Yoko seringkali dianggap kontroversial jika tidak dibarengi dengan akurasi keputusan di momen-momen krusial, seperti yang terjadi pada laga kontra Dewa United kemarin.
Misi Besar yang Terhambat
Hasil seri ini menjadi ganjalan bagi ambisi besar Persib musim depan. Jika mampu menjuarai Liga 1, Pangeran Biru berpeluang mencetak sejarah dengan berkompetisi di empat ajang sekaligus:
1. Super League Indonesia
2. AFC Champions League Two (ACL Two) – melanjutkan tren positif lolos 16 besar musim lalu.
3. ASEAN Club Championship (ACC)
4. Kompetisi Baru PSSI & LIB
Kini, Persib wajib melakukan evaluasi total. Seperti yang ditulis akun @shann20_, “Nuhun Sib, tapi wajib evaluasi!! Permainan agak delay dan monoton.”
Jika ingin mengamankan tiket ke kompetisi Asia dan ASEAN, kesalahan individu dan fokus pemain saat menghadapi keputusan wasit yang merugikan harus segera dibenahi sebelum liga berakhir. (*)





