Nadiem Minta Hakim Kabulkan Pengalihan Tahanan, Butuh Segera Operasi

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim kembali meminta majelis hakim untuk segera mengabulkan permohonannya terkait dengan pengalihan tahanan.

“Sekali lagi, dengan rendah hati, permohonan kepada majelis untuk mengabulkan pengalihan status tahanan sehingga saya bisa operasi secepatnya. Terima kasih, yang mulia,” ujar Nadiem dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Hakim sempat menanyakan kondisi kesehatan Nadiem pada sidang hari ini.

Baca juga: Ketika Eks Petinggi Google Bersaksi Demi Ringankan Nadiem Makarim...

Nadiem menyebut kesehatannya masih tak menentu, tetapi tetap siap mengikuti sidang.

“Kondisi kesehatan masih naik-turun tapi seperti biasa siap menjalani persidangan,” kata Nadiem.

Permohonan serupa juga disampaikan oleh Nadiem pada sidang kemarin, Senin (20/4/2026).

Sejak kasus ini bergulir di sidang pada Desember 2025, kondisi kesehatan Nadiem memang naik turun.

Dia sudah lebih dahulu dioperasi hingga pembacaan dakwaannya diundur ke awal Januari 2026.

Baca juga: Kesaksian Eks Petinggi Google soal Sosok Jurist Tan Dampingi Nadiem

Saat persidangan berlangsung, kondisi kesehatan Nadiem juga naik turun.

Pada sidang 5 Maret 2026, Nadiem mengaku kondisi kesehatannya menurun bahkan perlu dirawat secara intensif.

Kasus korupsi Chromebook

Nadiem Makarim didakwa telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Perbuatan ini dilakukan bersama-sama dengan tiga terdakwa lain, yakni eks konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek Mulyatsyah, dan eks Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih.

Perhitungan kerugian negara ini terbagi menjadi dua unsur, yaitu untuk pengadaan laptop berbasis Chromebook dan pengadaan Chrome Device Management (CDM).

Jaksa menilai, pengadaan CDM ini merugikan negara karena tidak diperlukan dan tidak dibutuhkan dalam program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek saat itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, proses pengadaan Chromebook juga dinilai bermasalah karena tidak melalui proses kajian yang patut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes-BPOM sebut inovasi alkes perlu dipercepat guna eliminasi TB
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Garut Target Produksi Padi 631.490 Ton Meski Ada Ancaman Kemarau
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Nus Kei Tewas Akibat 4 Luka Tusuk, Ada di Dada hingga Tulang Belakang
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kartini Lautan: Pelaut Perempuan Pertamina Patra Niaga Jaga Energi Hingga Penjuru Negeri
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Profil Chef yang Sukses Jadi Kartini di Dapur Internasional
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.