jpnn.com, KOTA NUSANTARA - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (20/4).
Kunjungan tersebut untuk meninjau kesiapan infrastruktur sekaligus membahas rencana perpindahan lembaga ke ibu kota negara baru.
BACA JUGA: Ramai Informasi Rekrutmen Pegawai, Otorita IKN Buka Suara
Plt Sekjen MPR Siti Fauziah bersama Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono. Foto: Dokumentasi Humas MPR RIPelaksana tugas Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah mengatakan kunjungan ini diikuti pimpinan MPR, pimpinan fraksi, serta pimpinan alat kelengkapan MPR.
BACA JUGA: Wapres Gibran Ajak Eksekutif hingga Legislatif Kompak Berkantor di IKN, Singgung Nama Dedy Sitorus
“Tujuannya untuk melihat persil MPR, kesiapan bandara, jalan tol, serta berbagai persiapan lainnya terkait rencana perpindahan MPR ke IKN,” kata Siti dalam keterangannya, Selasa (21/4).
Dia menegaskan rencana perpindahan lembaga negara, termasuk MPR, masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Diajak Gibran Berkantor di IKN, Deddy Anggap Wapres Tak Paham Konsep Bernegara
Menurut Siti, pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dari unsur legislatif, eksekutif, dan yudikatif akan dilakukan setelah seluruh infrastruktur dinyatakan siap.
“Kalau pindah, kami tergantung arahan Presiden. Yang penting kalau sudah siap, baru kami akan memindahkan ASN,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan MPR mendarat di Bandar Udara Internasional Nusantara untuk mengecek kesiapan fasilitas transportasi udara dan melajutkan peninjauan ke sejumlah titik strategis, seperti kantor Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) dan persil kawasan MPR.
Di kantor OIKN, delegasi Pimpinan MPR mendapatkan paparan perkembangan pembangunan kawasan.
“Di sana kami melihat presentasi perkembangan IKN. Setelah itu, kami juga meninjau persil MPR untuk melihat sejauh mana progresnya,” terang Siti.
Rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung, seperti masjid negara dan fasilitas kesehatan yang telah disiapkan di kawasan IKN.
Terkait pembangunan gedung MPR di IKN, Siti menyebut konsep dasar dan desain awal sebenarnya telah disusun sejak 2022.
Namun, sejumlah penyesuaian masih dimungkinkan agar sesuai dengan kebutuhan terkini.
“Gambaran kasar dan detail ruangan sebenarnya sudah ada, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan sekarang,” katanya.
Siti juga mengakui adanya faktor efisiensi dalam pembangunan, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan strategis perpindahan ke IKN.
“Efisiensi memang ada, tapi kebutuhan perpindahan juga ada. Jadi akan disesuaikan,” ujarnya.
Kunjungan ini dipimpin Ketua MPR Ahmad Muzani bersama para Wakil Ketua MPR, yakni Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid, dan Eddy Soeparno.
Turut hadir dalam kegiatan Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung, Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi Nasdem MPR Robert Rouw, Ketua Kelompok DPD RI MPR Dedi Iskandar Batubara.
Selanjutnya hadir juga Pimpinan Fraksi PDIP MPR Sadarestuwati, Pimpinan Fraksi PAN MPR Muhammad Hoerudin Amin, Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR Ajbar, Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Hindun Anisah, anggota MPR Danang Wicaksana dan Kamrussamad, Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) Martin Hutabarat, anggota K3 Najib Aska.
Selain itu juga hadir Wakil Gubernur Kaltim Seno Haji, Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Basuki Hadimuljono serta seluruh jajaran otoritas IKN.
Dari Sekretariat Jenderal MPR terlihat hadir, Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, para pejabat eselon antara lain, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, Inspektur Anies Mayangsari Muninggar.
Berikutnya ada Kepala Biro Sekretariat Pimpinan Agus Soebagyo, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Wachid Nugroho, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Triyatni serta beberapa pejabat eselon III dan IV serta staf sebagai dukungan teknis. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi



