JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) akan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan antara Lebanon dan Israel pada hari Kamis (23/4/2026), sebagaimana dikonfirmasi Departemen Luar Negeri AS.
Pembicaraan yang akan berlangsung di Departemen Luar Negeri tersebut akan menjadi yang pertama sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan antara Hizbullah dan Israel pekan lalu.
“Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada Al Jazeera.
“Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan jujur antara kedua pemerintah.”
Para pejabat Lebanon dan Israel bertemu pekan lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, memicu kemarahan dari Hizbullah dan sekutunya.
Namun setelah gencatan senjata diberlakukan, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kembali pada hari Jumat (17/4) bahwa Beirut akan melanjutkan jalur negosiasi dengan Israel.
“Negosiasi ini bukanlah kelemahan. Ini bukan kemunduran. Ini bukan konsesi,” kata Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi.
Baca Juga: Pasukan UNIFIL Bergerak ke Lebanon Selatan Usai Insiden Tewasnya Prajurit Penjaga Perdamaian
Ia mengatakan negosiasi tersebut adalah keputusan yang berasal dari kekuatan keyakinan akan hak-hak serta kepedulian terhadap rakyat Lebanon dan tanggung jawab untuk melindungi negara dengan segala cara yang mungkin.
Hizbullah menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai bagian dari serangkaian “konsesi yang merugikan” yang dilakukan pemerintah Lebanon kepada Israel.
“Kami menolak negosiasi dengan entitas pendudukan Israel. Negosiasi ini sia-sia. Negosiasi ini membutuhkan konsensus Lebanon untuk mengubah arah,” kata pemimpin Hizbullah Naim Qassem pekan lalu.
Ia mengatakan tidak seorang pun berhak membawa Lebanon ke arah tersebut tanpa konsensus internal di antara komponen-komponennya, yang mana menurutnya belum terjadi.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Al Jazeera
- amerika serikat
- israel
- lebanon
- negosiasi lebanon israel
- gencatan senjata hizbullah
- pertemuan di washington





