AS akkan Jadi Tuan Rumah Negosiasi Tahap Kedua Lebanon dan Israel Pekan Ini

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Dari kiri, Michael Needham, penasihat Departemen Luar Negeri AS, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa, Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad, dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter berpose untuk foto sebelum pertemuan di Departemen Luar Negeri di Washington, Selasa, 14 April 2026. (Sumber: AP Photo/Jacquelyn Martin)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) akan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan antara Lebanon dan Israel pada hari Kamis (23/4/2026), sebagaimana dikonfirmasi Departemen Luar Negeri AS. 

Pembicaraan yang akan berlangsung di Departemen Luar Negeri tersebut akan menjadi yang pertama sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan antara Hizbullah dan Israel pekan lalu.

“Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada Al Jazeera

“Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan jujur ​​antara kedua pemerintah.”

Para pejabat Lebanon dan Israel bertemu pekan lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, memicu kemarahan dari Hizbullah dan sekutunya.

Namun setelah gencatan senjata diberlakukan, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kembali pada hari Jumat (17/4) bahwa Beirut akan melanjutkan jalur negosiasi dengan Israel.

“Negosiasi ini bukanlah kelemahan. Ini bukan kemunduran. Ini bukan konsesi,” kata Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca Juga: Pasukan UNIFIL Bergerak ke Lebanon Selatan Usai Insiden Tewasnya Prajurit Penjaga Perdamaian

Ia mengatakan negosiasi tersebut adalah keputusan yang berasal dari kekuatan keyakinan akan hak-hak serta kepedulian terhadap rakyat Lebanon dan tanggung jawab untuk melindungi negara dengan segala cara yang mungkin. 

Hizbullah menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai bagian dari serangkaian “konsesi yang merugikan” yang dilakukan pemerintah Lebanon kepada Israel. 

“Kami menolak negosiasi dengan entitas pendudukan Israel. Negosiasi ini sia-sia. Negosiasi ini membutuhkan konsensus Lebanon untuk mengubah arah,” kata pemimpin Hizbullah Naim Qassem pekan lalu. 

Ia mengatakan tidak seorang pun berhak membawa Lebanon ke arah tersebut tanpa konsensus internal di antara komponen-komponennya, yang mana menurutnya belum terjadi.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Al Jazeera

Tag
  • amerika serikat
  • israel
  • lebanon
  • negosiasi lebanon israel
  • gencatan senjata hizbullah
  • pertemuan di washington
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Hangat Prabowo Rayakan Ulang Tahun Titiek Soeharto, Dapat Potongan Tumpeng Khusus
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Dinilai Tak Profesional di Kasus Pokir, Kejati NTB Diadukan ke Komjak hingga DPR
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp 17.126, Sentimen Damai AS-Iran Menggerakkan Pasar
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
PSIM Vs Persija Pindah ke Bali, Liana Tasno: Bukan Menjauh dari Jogja tapi Bentuk Tanggung Jawab
• 19 jam lalubola.com
thumb
Lemahnya Tata Kelola Jadi Akar Masalah Sampah Kota di Indonesia
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.