Profil Eks Petinggi Google dan GoTo Caesar Sengupta, Hadir di Sidang Chromebook

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Caesar Sengupta hadir dalam lanjutan pengadaan laptop Chromebook pada Senin (20/4), yang menyeret nama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Caesar pernah menjabat sebagai petinggi Google Asia Pacific dan GoTo Gojek Tokopedia.

Lewat sambungan telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/4), Caesar menjelaskan alasan utama bergabung sebagai komisaris GoTo pada 2021, hakni membantu persiapan penawaran publik perdana atau IPO pada 2022.

Selain itu, Caesar menilai GoTo merupakan perusahaan teknologi paling inovatif dan berkembang di Asia Tenggara saat itu.

“Direksi mengatakan kepada saya bahwa kredibilitas saya sebagai ahli teknologi dibutuhkan dalam proses IPO GoTo saat itu. Itu sebabnya saya diajak bergabung pada 2021," kata Caesar di Jakarta, Senin (20/4).

Eks Wakil Presiden Google Asia Pacific itu juga mengatakan, dirinya pernah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek sebanyak dua kali pada 2020. Dalam pertemuan ini, ia menemani eks Presiden Google Asia-Pasifik Scott Beaumont.

Caesar hadir dalam pertemuan itu karena sempat memimpin Tim Chromebook di California, Amerika Serikat pada 2011 - 2014.

Ia mengatakan, dirinya kembali menghadiri pertemuan dengan Kemendikbud Ristek pada April 2020. Ia menghadiri pertemuan secara virtual dengan instansi setelah mendapatkan undangan dari seorang pegawai di kantornya.

Menurut dia, pertemuan Google dan Kemendikbud Ristek pada April 2020 tidak membahas kesepakatan terkait penggunaan Chromebook di dalam negeri. Secara umum, inti pertemuan tentang bagaimana negara-negara di dunia tetap melakukan program pendidikan saat pembatasan pergerakan selama pandemi Covid-19.

"Tidak ada perjanjian terkait penggunaan Chromebook dalam program Kemendikbud Ristek dan saya sama sekali tidak setuju dengan dakwaan tersebut," katanya.

Caesar menekankan tujuannya keluar dari Google untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia juga mengatakan seluruh gajinya sebagai komisaris GoTo diserahkan kepada seluruh mitra pengemudi.

"Jadi, saya bekerja sebagai komisaris GoTo adalah kontribusi sukarela kepada suatu perusahaan yang luar biasa di Indonesia," katanya.

Perjalanan kariernya sebagai komisaris GoTo berakhir pada Juni 2022. Dengan kata lain, Caesar mengundurkan diri sekitar dua bulan setelah GoTo melantai di bursa.

Membangun Arta Finance

Dalam kesempatan itu, Caesar juga menjelaskan alasan utama pengunduran dirinya dari Google yakni untuk mendirikan perusahaan kapital ventura rintisan bernama Arta Finance. Perusahaan ini beroperasi di Singapura dan Amerika Serikat.

Dengan demikian, Caesar menjadi komisaris di GoTo dan sekaligus CEO dan pendiri Arta Finance selama periode itu.

Caesar menyampaikan ajakan menjadi komisaris di GoTo oleh CEO GoTo Andre Soelistyo didapatkan setelah dirinya mendirikan Arta Finance. Namun Caesar menekankan dirinya juga menjadi komisaris di tiga perusahaan yang berbeda dan anggota komisi pemerintah Singapura pada tahun yang sama.

Mengutip situs Fintech Festival, Arta Finance merupakan perusahaan teknologi keuangan dan pengelolaan atau manajemen kekayaan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Ini dirancancang untuk membantu individu mengelola, menumbuhkan, dan melindungi kekayaan mereka.

Platform ini menawarkan akses ke investasi elit seperti pasar swasta (ekuitas, kredit, modal ventura), serta strategi keuangan yang dipersonalisasi. Perusahaan ini menggabungkan AI tingkat lanjut dengan keahlian keuangan manusia dan desain pengalaman kelas dunia untuk memungkinkan pengambilan keputusan investasi yang lebih cerdas, personalisasi dan hasil bisnis yang terukur. Perusahaan ini didukung oleh investor global terkemuka, termasuk Peak.

Caesar di Balik Kesuksesan Google Pay

Saat menjadi Wakil Presiden Google Asia Pacific, Caesar bertanggung jawab atas strategi produk Google untuk negara-negara dengan pertumbuhan pengguna tinggi seperti India, Cina, Indonesia, Brasil, dan Nigeria.

Mengutip situs All American Speakers, Casar merupakan salah satu tokoh kunci di balik peluncuran dan kesuksesan Google Pay di India. Ia juga membantu peluncuran ulang aplikasi pembayaran tersebut di Amerika Serikat dan Singapura. Saat ini, Google Pay memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan di 30 negara.

Sebagai bagian dari inisiatif Next Billion Users, Google menghadirkan konektivitas internet ke ratusan stasiun kereta api dan tempat umum lainnya di India dan pasar lainnya. Selain itu, Caesar Sengupta membangun beberapa produk seperti Android Go, Datally, Kormo Jobs, dan aplikasi Files.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Comeback Madonna di Coachella 2026 Ternoda, Kostum Bersejarah Dilaporkan Raib
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Populer Ekonomi: Daftar Harga BBM Terbaru hingga Tarif Listrik PLN
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sindikat Kecurangan UTBK di Unsulbar Terbongkar, Gunakan Ponsel Jadul dan Identitas Palsu
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Konten Seksual Anak Dijual dengan Bebas
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Drama Noel Dkk Tolak Jadi Saksi Sesama Terdakwa
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.