Gowes Hari Kartini di Kota Kediri Berujung Aksi Lingkungan, Perempuan Jadi Motor Perubahan

realita.co
6 jam lalu
Cover Berita

KEDIRI (Realita) - Peringatan Hari Kartini di Kota Kediri tahun ini berlangsung berbeda. Tidak hanya mengenakan kebaya, ratusan perempuan turun langsung ke lapangan membawa semangat perubahan melalui aksi nyata peduli lingkungan.

Sebanyak 750 peserta mengikuti gowes bersama dari Balai Kota Kediri menuju Taman Brantas, Selasa, 21 April. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini yang dipadukan dengan momentum Hari Bumi melalui tema Gerakan Indonesia Asri.

Baca juga: Hadiri Halal Bihalal, Mbak Wali Soroti Peran Strategis Alumni untuk Daerah

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus diwujudkan dalam aksi nyata. “Semoga semangat Kartini senantiasa menyala di hati kita semua melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus dilanjutkan oleh perempuan masa kini. “Berkat beliau, perempuan saat ini memiliki kesempatan untuk bermimpi tinggi dan berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada gowes. Peserta juga melakukan aksi tebar 7.000 benih ikan di bantaran Sungai Brantas serta kerja bakti membersihkan kawasan sekitar.

Baca juga: Gotong Royong Antarwarga Antarkan Ketami Masuk 3 Besar Kampung KB Jatim 2026

Koordinator Wild Water Indonesia Kediri Raya, Bima Nuryawan, menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga ekosistem sungai. “Benih yang ditebar terdiri dari gurame, masheer atau ikan dewa, dan tawes. Ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melestarikan ikan lokal,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi Sungai Brantas mulai membaik. “Saat ini mulai terlihat perbaikan, ditandai dengan menurunnya praktik illegal fishing serta meningkatnya kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. “Kami mengajak ibu-ibu untuk mulai memilah sampah dari keluarga, memisahkan organik dan anorganik agar bisa diolah dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Bumbu Paten dan SOP Modern, Kunci Soto Podjok Kediri Bertahan Sejak 1926

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi gerakan nyata dalam menjaga lingkungan dan mewujudkan Kota Kediri yang bersih, indah, dan berkelanjutan.nia

 

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi Kredit, 2 Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Bui dan Ganti Rugi Rp1,3 Triliun
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah 0,52% ke 494,45, Saham BBRI hingga TLKM Jadi Penekan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Dapat Serangan Rasial Setelah Perkuat Dewa United Vs Persib, Ricky Kambuaya: Bagaimana Bisa Monyet Bermain Sepak Bola di Level Profesional?
• 5 jam lalubola.com
thumb
KPK Dalami Aliran Dana CSR dalam Kasus Wali Kota Madiun
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Bandara Ahmad Yani Semarang Raih ASEAN Energy Awards 2025
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.