REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Setelah siswa SMA dan SMP, kali ini giliran siswa SD yang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan TKA tingkat SD digelar secara serentak se-Indonesia, Senin (20/4/2026). Di Kota Cirebon, TKA jenjang SD dipantau langsung oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, mengatakan, pelaksanaan TKA bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia. Hal itu menjadi dasar perbaikan pembelajaran kepada para siswa.
Baca Juga
Tepatkah Langkah Pemprov Jakarta Basmi Ikan Sapu-sapu? Begini Kata Pakar
PB GP Parmusi-Komdigi Siapkan Kolaborasi Lindungi Anak di Ruang Digital, Libatkan Ratusan Pesantren
Iran Siap Berangkatkan 30 Ribu Jamaah Haji Lewat Jalur Darat-Udara, Akankah Diterima Saudi?
“TKA juga menjadi salah satu syarat untuk SPMB jalur prestasi,” ujar Komalasari, saat melakukan pemantauan di SD Kartini Kota Cirebon, Senin (20/4/2026). Ia menyatakan, melalui TKA, maka bisa terlihat bagaimana capaian akademik siswa. Namun, ia memastikan, TKA tidak menentukan kelulusan siswa. “Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah,” tegasnya. .rec-desc {padding: 7px !important;} Komalasari menyebutkan, untuk jenjang SD, mata pelajaran yang dilakukan TKA adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Melalui tes tersebut, bisa terlihat kemampuan akademik siswa, khususnya mengenai numerasi dan literasi. Ia mengungkapkan, TKA dilaksanakan per jenjang. Untuk jenjang SMA, TKA dilaksanakan pada November 2025, dan jenjang SMP pada pekan pertama April. “Sedangkan TKA SD, dilakukan saat ini,” ucapnya. Sementara itu, TKA salah satunya dilaksanakan di SD Negeri Gelatik, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Meski siswa yang mengikuti hanya sembilan orang, namun persiapan telah mereka lakukan secara matang. Meski minim siswa, ia bersyukur karena fasilitas Chromebook telah dimiliki dari bantuan pemerintah beberapa tahun lalu. Selama simulasi hingga gladi bersih, ia pun bersyukur karena dalam pelaksanaannya tidak ada kendala. “Alhamdulillah dulu kami dapat bantuan Chromebook sebanyak 15 buah, itu bisa digunakan murid-murid,” kata Kepala SDN Gelatik, Kota Cirebon, Heri Mulyati.