JK Temui Tokoh Poso dan Ambon, Jelaskan Konteks soal Ceramahnya yang Viral

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan tokoh perundingan damai konflik Poso dan Ambon. JK mengatakan pertemuan ini dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada khalayak mengenai konteks ceramah JK di masjid UGM yang viral.

"Jadi apa yang disampaikan ya keadaan pada waktu itu. Jadi semua tadi (tokoh-tokoh yang hadir) malah menangis bahwa kalau saya tidak selesaikan, bayangkan mereka. Nah itu, itu pembicaraan tadi. Dan semua sepakat bahwa ini harus dilawan, semua yang mau macam-macam itu," jelas JK kepada wartawan seusia pertemuan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: JK Kumpul Bareng Delegasi Perundingan Malino, Bahas Polemik Ceramah Viral

JK menyebut, dalam pertemuan hari ini, semua tokoh yang ikut dalam perundingan damai sepakat bahwa isi ceramah JK di masjid UGM tak ada kaitannya dengan penistaan agama. JK mengatakan semua tudingan terhadap dirinya yang diduga menistakan agama tidaklah benar.

"Pokoknya dia (pihak-pihak yang menuding) harus paham, bahwa apa yang dilaporkan itu semua tidak benar. Orang pelakunya (tokoh perundingan) sendiri, Ketua Sinode, imam masjid yang ada waktu itu, yang menyatakan bahwa begini keadaan sebenarnya," jelas JK.

"Ade Armando ngomong seenaknya saja. Dia bilang lagi bahwa diperintahkan. Siapa yang bilang diperintahkan? Diperintahkan mati, nah, makin gila dia ngomong," imbuh dia.

Dia pun berharap kesaksian yang disampaikan para tokoh yang terlibat dalam perundingan damai dapat mencerahkan masyarakat mengenai tudingan penistaan agama dalam konteks isi ceramah JK di masjid UGM.

"Mereka tadi, teman-teman para tokoh agama itu, diharapkan untuk mensosialisasikan, tentu lewat Anda semua media, untuk apa itu, agar masyarakat memahami, jangan mau dipecah belah oleh orang-orang yang memfitnah itu," pungkasnya.

Adapun pertemuan yang dilakukan JK dengan sejumlah tokoh dilakukan siang ini. Tokoh-tokoh yang hadir mulai Pendeta John Ruhulessin dari Gereja Protestan Maluku, Pendeta Rinaldi Damanik selaku delegasi dalam Perundingan Malino I, serta Ustaz Sugiyanto Kaimuddin selaku delegasi muslim dalam Perundingan Malino I.

Pendeta John menerangkan apa yang dikemukakan JK dalam ceramahnya di masjid UGM menyangkut konflik di Maluku dan Poso. Pendeta John menyebut ceramah JK itu tidak menyangkut hal lain, termasuk dugaan penistaan agama.

"Beliau menjelaskan fakta sosiologis yang terjadi di Maluku ketika beliau menjadi orang yang dipercaya oleh negara menyelesaikan konflik Maluku. Beberapa kali beliau datang di Ambon dan turun bertemu dengan masyarakat, melihat langsung dan mengalami sendiri proses-proses konflik yang terjadi. Bapak JK tidak pernah mempercakapkan tentang sebuah doktrin agama," tutur Pendeta John usai pertemuan.

John menilai, jika saat itu doktrin agama benar-benar diberlakukan sebagaimana mestinya, dirinya meyakini tidak akan terjadi konflik di Maluku. Dia menjelaskan, saat konflik pada saat itu terjadi, doktrin yang diterima memang tak sesuai tuntunan sebenarnya.

Sementara itu, mengenai yang disampaikan oleh JK dalam ceramah di masjid UGM, menurutnya tidak sama sekali terkandung unsur penistaan terhadap satu agama tertentu. Baginya, JK hanya menyampaikan apa yang terjadi, yang dialami langsung saat konflik di Ambon pecah.

"Saya mau menegaskan, apa yang dikemukakan oleh Pak JK tidak sama sekali bermaksud menista agama Kristen dalam hal ini. Saya kira itu kesaksian saya, kesaksian saya, dan Pak JK sama sekali tidak bermaksud untuk membicarakan dogma agama atau doktrin agama," tutur Pendeta John.

"Beliau hanya merekam dan melihat fakta yang terjadi di tengah-tengah masyarakat bahwa orang saling membunuh karena legitimasi-legitimasi agama yang dia pakai. Saya kira itu yang mau saya kemukakan," jelasnya.

Senada dengan Pendeta John, Pendeta Rinaldi juga menilai yang disampaikan JK dalam ceramahnya bukanlah sebuah pernyataan teologis yang mengajarkan doktrin. Menurutnya, jika ceramah tersebut didengar secara utuh, itu merupakan analisis sosiologis tentang realitas pahit konflik secara khusus di Poso dan di Ambon.

"Dan apa yang disampaikan oleh Pak JK kurang lebih kalimatnya tentang berkonflik dengan alasan syahid masuk surga itu, itu memang terjadi dalam konflik itu. Seperti tadi Bapak Pendeta katakan, itu memang benar-benar terjadi dalam realitas itu," ujar Pendeta Rinaldi.

"Nggak usah jauh-jauhlah. Saya pun sendiri berani ke mana-mana karena saya yakin waktu itu saya pasti masuk surga. Itu dia. Dan banyak orang waktu itu minta didoakan. Dan kami pakai jubah dan mendoakan mereka karena mereka yakin bahwa membunuh orang dan terbunuh pun akan masuk surga. Itu yang terjadi pada waktu itu," ungkapnya.

Baca juga: Ade Armando dan Abu Janda Dipolisikan Buntut Ceramah JK

Sementara itu, Ustaz Sugiyanto menyampaikan bahwa konflik yang terjadi khususnya di Poso saat ini sudah selesai. Dia mengatakan, yang disampaikan JK dalam ceramahnya adalah murni kondisi di lapangan pada saat itu.

"Sesungguhnya urusan kerusuhan Poso clear, tidak ada yang perlu dibicarakan. Karena apa yang disampaikan oleh Pak JK itu adalah fakta lapangan. Di sana teriak 'Darah Yesus', di sebelah berteriak 'Allahu Akbar'," tutur Ustaz Sugiyanto.

"Semuanya karena ambisi, semuanya karena dendam, kemarahan yang kemudian dipoles dengan agama. Maka apa yang disampaikan itu fakta, tidak ada yang salah, tapi ketika itu," imbuhnya.




(kuf/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Naura Hakim Cerita Kesulitan Perankan Hantu di Film Tiba Tiba Setan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rugikan Negara Rp2,5 Miliar, DJP Pidanakan Pelaku Faktur Pajak Fiktif di Medan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa Magnitudo 6,0 di Perairan NTT Terasa Hingga Atambua
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Dihujat Lepas Hijab Berdalih Tuntutan Kerja, Zeda Salim: Saya Tidak Seberuntung Kalian
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Belum Ajukan Pemberhentian RMS di Senayan, Pengamat Nilai Nasdem Tidak Tegas
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.