Peneliti Senior ISI Nilai Tindakan AS Sita Kapal Iran Akan Hambat Negosiasi Kedua Negara

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Fauzia Cempaka memandang insiden Amerika Serikat (AS) menyita kapal berbendera Iran dapat menghambat negosiasi tahap kedua antara kedua negara tersebut. Disampaikan dalam dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (21/4/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Fauzia Cempaka, memandang tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal berbendera Iran dapat menghambat negosiasi tahap kedua antara kedua negara. 

Menurut Fauzia, penyitaan kapal tersebut oleh AS bukanlah insiden maritim biasa. Sebab, AS menyerang dan menyita kapal sipil milik Iran.

Fauzia juga memandang kejadian ini menjadi kasus uji identitas nasional bagi Iran. Ia menyebut garis keras Iran yang diwakili The Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam sudah memandang strategi Selat Hormuz sebagai keberhasilan sejak perang dengan AS pecah Februari 2026 lalu. 

"Namun, dengan tentu saja jika nantinya Iran tetap turun ke meja negosiasi, maka ini seperti membiarkan interpretasi sebagai kelemahan struktural yang tentu saja akan menghancurkan kredibilitas Iran yang diwakili IRGC," katanya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, menurutnya, pendekatan yang dimiliki Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan IRGC berbeda. 

Fauzia menyebut Araghchi mewakili panggung diplomasi, yang mana menurutnya sikap tersebut menggunakan pendekatan yang sifatnya tidak sekeras pernyataan-pernyataan yang disampaikan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya. 

"Misalnya yang menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan respons dan retaliasi, dan ini tentu akan memberikan kesulitan kepada Iran untuk menurunkan perwakilannya," ujarnya. 

Baca Juga: Warga Teheran Berkumpul Tiap Malam, Tunjukkan Solidaritas di Tengah Perang Iran-AS | KOMPAS SIANG

AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran 

AS menyerang sekaligus menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menghindari blokade angkatan lautnya di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026). 

"Hari ini sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade Angkatan Laut kita dan upaya mereka gagal," ujar Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social @realDonaldTrump, 20 April 2026. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, IRB/AP

Tag
  • iran
  • amerika serikat
  • as
  • selat hormuz
  • blokade
  • negosiasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI kemarin, kebakaran gedung Kemendagri lalu omzet Lebaran Betawi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Tendangan ‘Kungfu’ Gegerkan Sepakbola Indonesia, Sahroni Desak Pelaku Diusut Pidana
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Menkeu Purbaya: Fokus Ekonomi RI Bergeser ke Pertumbuhan Produktif dan Berkelanjutan
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Konsumsi Jemaah Haji Indonesia Diawasi Secara Berlapis Guna Jaga Kualitas
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Bidik TPPU untuk Haji Ilegal, Kejar Aset untuk Ganti Rugi Jemaah
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.