Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) kembali bicara soal potongan video ceramahnya di UGM yang viral. Dia menyerahkan ke masyarakat untuk menilai isi ceramahnya itu.
"Ah saya, masyarakatlah terserah. Kalau yang merasa dipecah belah, akan mengajukan, terserah saja. Serahkan saja ke masyarakat," jelas JK kepada wartawan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).
Hal itu disampaikan JK usai bertemu dengan tokoh perundingan damai Poso dan Ambon. JK juga mengaku telah mengetahui ada masyarakat yang melaporkan dugaan provokasi dengan memanfaatkan potongan video tersebut.
"Kan sudah ada teman-teman dari Maluku, NTT, dari Sulawesi, karena dia merasa dengan itu, mereka ikut dipecah belah," jelas JK.
JK mempersilakan polisi dan ahli teknologi meneliti pembuat dan penyebar potongan video ceramahnya di masjid UGM hingga kemudian viral. Dia mengaku enggan menduga-duga siapa yang menyebar video itu.
"Bagian kami minta polisi, kami minta juga ahli-ahli IT ingin meneliti, ini dari mana asalnya ini? Kan semua lewat IT kan. Mengatakan, siapa yang mula-mula masukkan dua kalimat itu? Yang 45 detik atau 50 detik itu. Mengedarkan, siapa yang mengedarkan?" kata JK.
"Saya tidak mau menduga. Tapi lagi sekarang akan diteliti lewat teknologi, siapa itu. Sama dengan siapa yang membikin itu," sambungnya.
(kuf/haf)





