Kronologi Gedung Kemendagri di Jaksel Kebakaran, Api Diduga dari Tumpukan Barang Bekas sampai Pegawai Nyaris Terjebak

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gedung Kemendagri di Jaksel baru saja alami kebakaran. Api diduga dari tumpukan barang bekas sampai pegawai nyaris terjebak.

Gedung D di kompleks Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran, Senin siang, (20/4/2026).

Berikut kronologi gedung Kemendagri di Jaksel kebakaran. Awalnya api diduga dari tumpukan barang bekas sampai pegawai nyaris terjebak.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang juga menjadi saksi mata memaparkan kronologi kebakaran di gedung yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes).

ASN tersebut menjelaskan, kepulan asap mulai terlihat setelah dirinya bersama pegawai lain selesai mengikuti rapat dan makan siang di ruangan. Asap berasal dari salah satu ruang di lantai gedung, dan kejadian kebakaran mulai disadari sekitar pukul 13.30 WIB.

Ia kemudian segera menyelamatkan diri dengan turun melalui tangga darurat. Situasi itu membuat para pegawai yang masih bekerja dilanda kepanikan.

"Saya langsung turun lewat pintu darurat selamatkan diri," kata dia, Senin, dikutip dari Warta Kota Live.

Pegawai lainnya turut berusaha keluar melalui tangga darurat. Namun, karena jalur tersebut sudah dipenuhi asap, beberapa di antaranya mencari alternatif evakuasi, seperti melalui selasar dan jendela.

“Saat turun, api sudah ada di bawah. Kami langsung terobos karena tidak ada jalan lain,” ujar ASN itu.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah pegawai terlihat berada di atap lantai dua. Petugas pemadam kebakaran kemudian mengevakuasi mereka menggunakan tangga.

Sementara itu, data dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menyebutkan, api diduga mulai muncul sekitar pukul 13.30 WIB dari bagian luar gedung. Seorang karyawan bernama Umi mengaku melihat api berasal dari tumpukan barang bekas, seperti meja, kursi, dan komputer lama di area luar.

 

"Objek yang terbakar meliputi poliklinik dan ruang server," kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, dua orang karyawan dilaporkan mengalami luka ringan berupa lecet di bagian kaki saat berusaha menyelamatkan diri.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sebanyak 75 personel untuk menjinakkan api. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari aparat Brimob serta sejumlah pihak terkait lainnya, dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.52 WIB.

Kebakaran diduga bermula dari salah satu ruangan di sisi kiri gedung. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumbernya berasal dari ruang server, ruang kerja, atau lokasi lainnya.

“Pemadam kebakaran dari Jakarta Selatan sudah turun semuanya dan membantu secara penuh, sehingga tidak lebih dari pukul 14.40 sudah terkendali. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Sekretaris Ditjen Bina Pemdes Murtono di lokasi, dikutip dari Tribunnews.com.

Murtono menjelaskan, kebakaran terjadi di Gedung D yang merupakan bagian dari kompleks Kemendagri yang terdiri dari lima gedung, yakni Gedung A hingga E.

Ia menyebut api tidak melalap seluruh bangunan, melainkan hanya sebagian ruangan di beberapa lantai. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

“Masih didalami terkait asal muasalnya, nanti akan disampaikan setelah ada temuan pasti,” kata Murtono.

Dia mengatakan beberapa dokumen administratif ikut terdampak. Meski demikian, dia mengklaim tidak ada dokumen strategis yang terdampak.

"Kalau dokumen, arsip-arsip dokumen ya, mungkin karena ini ruang kerja yang terbakar jadi arsip dokumen," ujarnya.

"Tapi tak ada dokumen yang strategis yang terkena. Karena dokumen strategis kita ada di gedung B."

 

Gedung D yang terletak di bagian belakang kompleks perkantoran Ditjen Bina Pemdes dilaporkan terbakar sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menyebut api diduga bermula dari tumpukan barang bekas di sisi gedung.

“Api awalnya kelihatan di tempat tumpukan barang-barang bekas pakai, lama-lama membesar dan mengakibatkan kebakaran,” jelas Benny Irwan, dikutip dari Kompas.com.

Api dengan cepat menjalar hingga ke lantai empat di bagian belakang gedung, sehingga para pegawai berlarian keluar dan berkumpul di area halaman. Sebanyak 75 personel dengan dukungan 18 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.

Tidak ada korban meninggal dalam kejadian ini. Namun, beberapa pegawai, pengunjung, serta petugas pemadam mengalami luka ringan berupa lecet saat proses evakuasi. Selain itu, tiga orang sempat mengalami sesak napas, tetapi kondisinya berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan dari relawan Palang Merah Indonesia (PMI).

Tiga Rumah Warga Ikut Terdampak

Dampak kebakaran tersebut juga dirasakan oleh tiga rumah warga di sekitar lokasi. Bagian atap dan dinding rumah mengalami kerusakan akibat terkena kobaran api. Plafon tampak meleleh, sementara instalasi kabel listrik ikut terputus.

Material puing dari dinding gedung sempat beterbangan hingga ke permukiman. Tiupan angin kencang saat kejadian membuat api cepat menjalar dari tumpukan barang ke tembok pembatas, lalu merambat ke tiga rumah terdekat.

Salah satu warga yang rumahnya paling dekat, Muhammad Sahri (45), menyebut api hanya mengenai bagian luar rumahnya karena berhasil segera dipadamkan petugas. Sebelum kejadian, Sahri mengaku mencium aroma seperti karet terbakar dan melihat kepulan asap hitam dari arah gedung Ditjen Bina Pemerintahan Desa.

“Saya teriak sekuat-kuatnya, ada yang melongok dari jendela. Saya bilang, ‘Itu siapa yang bakar ban? Matiin!’ terus kata dia, ‘Enggak ada Pak, ini kebakaran!’ Wah langsung tuh saya panik,” ujar Sahri saat ditemui di kediamannya.

Ia segera mengevakuasi mobil ke lapangan kosong dan membawa keluarganya keluar rumah. Namun, Sahri kehilangan tiga burung hias peliharaannya karena tidak sempat diselamatkan.

“Alhamdulillah enggak ada korban jiwa, semuanya Allah selamatkan. Hanya burung saya saja yang tiga mati itu. Burung ini mati, berarti kan api dan asap itu panasnya Subhanallah ya, sampai mematikan burung yang kami pelihara di sini,” tuturnya.

Sahri berharap lokasi penumpukan barang bekas di area perkantoran dapat dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Pledoi, Terdakwa Kasus Korupsi LNG Optimistis Hakim Vonis Tak Bersalah
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rupiah Menguat ke 17.126, IMF Ingatkan RI Jaga Belanja di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Elpiji 12 Kg di Surabaya Kosong, Warga Mulai Berburu Gas 3 Kg
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Renstra Pajak 2025–2029: PPN Tol, Pajak Karbon, hingga Pajak Digital Diperkuat
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR Sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban Menjadi Undang-undang
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.