Zhongnanhai untuk Pertama Kalinya Ungkap Alasan Hilangnya Lima Jenderal — Xi Dijuluki “Pemenggal Agung”

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Pihak resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini untuk pertama kalinya mengungkap alasan hilangnya sembilan pejabat tinggi militer, termasuk lima jenderal berpangkat tinggi, yakni karena “diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”. Para jenderal tersebut mencakup pimpinan dan komisaris politik dari angkatan darat, laut, udara, serta pasukan dukungan informasi. Warganet pun menyindir pemimpin PKT Xi Jinping sebagai “pemenggal agung”.

EtIndonesia. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional PKT pada 17 April merilis pengumuman kedua tahun ini. Dalam “Laporan tentang Kualifikasi Beberapa Perwakilan”, untuk pertama kalinya diungkap bahwa mantan Panglima Angkatan Darat Li Qiaoming, mantan Panglima Angkatan Laut Shen Jinlong, mantan Komisaris Politik Angkatan Laut Qin Shengxiang, mantan Komisaris Politik Angkatan Udara Yu Zhongfu, serta mantan Komisaris Politik Pasukan Dukungan Informasi Li Wei, semuanya diberhentikan dari jabatan sebagai delegasi Kongres Rakyat Nasional pada Februari karena “diduga melakukan pelanggaran serius”.

Pada bulan yang sama, pejabat militer lain yang juga dicopot dari jabatan delegasi antara lain: Komisaris Politik Departemen Mobilisasi Pertahanan Komisi Militer Pusat Wang Donghai (letnan jenderal), asisten direktur Departemen Pekerjaan Politik Komisi Militer Pusat Bian Ruifeng (jenderal), komandan Angkatan Darat Grup ke-73 Ding Laifu (mayor jenderal), serta komandan Pangkalan ke-64 Pasukan Roket Yang Guang (mayor jenderal). Mereka juga dituduh melakukan pelanggaran serius.

Laporan itu juga mengungkap bahwa mantan ketua perusahaan Aviation Industry Corporation of China Zhou Xinmin, mantan kepala insinyur China National Nuclear Corporation Luo Qi, serta mantan kepala China Academy of Engineering Physics Liu Cangli, juga dicopot dari jabatan delegasi pada Februari karena dugaan pelanggaran hukum.

Sebenarnya, sejak beberapa bulan lalu, hilangnya sejumlah jenderal tinggi PKT sudah menarik perhatian publik, bahkan kabar kejatuhan mereka telah beredar luas di berbagai akun media independen luar negeri. Pengumuman resmi yang baru keluar beberapa bulan kemudian kembali memicu perdebatan publik.

Di platform X berbahasa Mandarin, ada warganet yang berkomentar: “Dalam sistem diktator yang korup, tidak mungkin ada orang yang tetap bersih—sudah busuk hingga ke tulang.”

Sebagian warganet juga menyindir Xi Jinping sebagai “pemenggal agung”, plesetan dari sebutan propaganda untuk Mao Zedong sebagai “nahkoda agung”, sekaligus merujuk pada gelombang pembersihan internal yang dilakukan Xi.

Sejak berkuasa, kebijakan Xi Jinping yang semakin condong ke kiri disebut-sebut menyebabkan ekonomi Tiongkok memburuk tajam dan meningkatkan ketidakpuasan publik, sehingga berbagai julukan pun bermunculan, seperti “Xi Baozi”, “insinyur percepatan” (menyindir percepatan kemunduran), “kaisar proyek mangkrak”, “kaisar nol-COVID”, hingga “doktor sekolah dasar”.

Pada Februari tahun ini, ahli hukum yang berbasis di Australia, Yuan Hongbing, mengungkap kepada media bahwa di kalangan pejabat Beijing, Xi juga dijuluki “pembantai jenderal”, yang menggambarkan dirinya sebagai algojo bagi para jenderal tinggi PKT.

Menurut data tidak lengkap, sejak berkuasa, Xi telah mempromosikan 81 jenderal, tetapi juga membersihkan 66 di antaranya, termasuk 57 yang ia sendiri angkat.

Komentator independen Cai Shenkun pernah menganalisis di platform X bahwa skala pembersihan seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah militer PKT. Praktik “angkat lalu jatuhkan” ini pada dasarnya merombak struktur kekuasaan militer secara drastis, menjadikan jabatan jenderal sebagai profesi berisiko tinggi, serta merusak martabat dan kepercayaan para perwira terhadap sistem. Dampaknya dalam kemungkinan perang di masa depan dinilai sulit diperkirakan.

Mengenai pembersihan internal ini, Yuan Hongbing mengutip sumber dari dalam sistem PKT yang menyebut bahwa akar masalahnya adalah “ketakutan mendalam” Xi, bahkan disebut telah jatuh ke dalam kondisi paranoia.

Ia menambahkan, hal yang paling ditakuti Xi saat ini adalah orang-orang di sekelilingnya—para pejabat dan orang kepercayaannya—yang di depan bersikap sangat loyal, tetapi di belakang justru mengejek dan merendahkannya. Diperkirakan, setelah gelombang pembersihan ini selesai dan struktur militer dibangun kembali, tidak lama kemudian kasus besar baru akan muncul, diikuti gelombang penindakan yang lebih keras lagi.

Sumber : NTDTV.com

Zhongnanhai : Komplek dan kantor Pusat Partai Komunis Tiongkok di Beijing


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tuntut AS Segera Bebaskan Kapal Touska, Ingatkan Konsekuensi Serius
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Haji 2026 Lengkap, beserta Tips Persiapan dan Barang yang Harus Dibawa Jemaah Haji RI
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhaj Gandeng Polri Perkuat Pengawasan, Tekan Haji Nonprosedural
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Kartini Lautan: Pelaut Perempuan Pertamina Patra Niaga Jaga Energi Hingga Penjuru Negeri
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ke Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Digunakan Untuk Pembelajaran
• 20 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.